Speedboat Basarnas Meledak saat Hendak Bantu Nelayan, 3 Orang Tewas dan Wartawan Metro TV Hilang
Thomas Pulungan






Tiga orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut, sementara seorang wartawan Metro TV, Sahril Helmi, dinyatakan hilang dan masih dalam upaya pencarian.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Malut, Kombes Pol Azhari Juanda, menjelaskan, speedboat yang membawa 11 anggota tim evakuasi tersebut tengah dalam misi untuk membantu dua nelayan yang mengalami kerusakan mesin di perairan Gita.
Namun, dalam perjalanan speedboat tiba-tiba meledak dan menyebabkan tiga orang tewas di tempat. Ketiga korban yang meninggal dunia adalah anggota Ditpolairud Polda Malut Bharatu Mardi Hadji, serta dua anggota Basarnas Fadli M Malagapi dan M Riski Esa.
Sementara itu, Sahril Helmi, seorang wartawan Metro TV yang ikut dalam tim, hingga kini masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadapnya. Untuk ketiga korban meninggal dunia, telah dievakuasi ke Ternate menggunakan kapal cepat milik Polairud Polda Maluku Utara.
"Untuk korban meninggal dunia atas nama Bharatu Mardi Hadji sudah langsung dibawa ke rumah duka. Sementara dua korban luka berat langsung dirawat di RSUD Chasan Boesoirie Ternate," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (3/1/2025).
Sedangkan tujuh korban selamat yang berhasil ditemukan yaitu M Syahran Laturua (Kasi Ops Basarnas), Ryan Azur Ali, Hamja Djirun, Darmanto Rauf, dan Maretang (semua PNS SAR Kota Ternate), serta dua anggota Dit Polairud, Bripka Irwan Idris dan Bripda Putra Nusantara Ruslan.
Korban selamat ditemukan oleh kapal cepat KM Cantika Lestari 10 yang berlayar dari Pelabuhan Gita menuju Manado. Setelah ditemukan, mereka dievakuasi ke Pelabuhan Gita dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Payahe sebelum dibawa ke Ternate menggunakan KM Pandudewanata.
"Korban selamat yang berjumlah tujuh orang telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk perawatan medis. Mereka adalah anggota Basarnas dan PNS SAR Kota Ternate," kata Azhari.
Pihak kepolisian, termasuk Tim SAR dan Polairud, masih melakukan investigasi terkait penyebab ledakan tersebut. Kombes Pol Azhari menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan. "Kami fokus pada evakuasi korban dan pencarian korban hilang terlebih dahulu," ucapnya.

