Cara Naik LRT Jabodebek, Tarif, dan Rute Perjalanan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kereta api ringan atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek kini menjadi salah satu alternatif transportasi umum bagi masyarakat. Sesuai namanya, LRT ini melayani daerah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Saat ini, terdapat dua moda transportasi jenis LRT di Jakarta, yaitu LRT Jabodebek yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kemudian LRT Jakarta yang dioperasikan oleh PT LRT Jakarta, anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Perseroda).
LRT Jakarta sudah beroperasi secara komersial terlebih dahulu sejak 1 Desember 2019. LRT Jakarta melayani rute dari Stasiun Pegangsaan Dua, Kelapa Gading hingga Stasiun Velodrome, Rawamangun. Panjang lintasan dari Pegangsaan ke Rawamangun (fase 1A), yakni 5,8 kilometer.
Sementara LRT Jabodebek baru resmi beroperasi sejak 28 Agustus 2023. LRT Jabodebek melayani masyarakat di 18 stasiun yang menghubungkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Mengutip laman resmi PT KAI, Rabu (17/1/2024), terdapat 434 perjalanan LRT Jabodebek yang siap melayani penumpang setiap hari. Kapasitas satu rangkaian LRT Jabodebek dapat menampung hingga 1.308 penumpang.
Masyarakat dapat menggunakan LRT Jabodebek dengan mudah. Pembayaran menggunakan sistem cashless, seperti Kartu Uang Elektronik Perbankan (BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, BCA, dan Bank DKI Jakarta), KMT KAI Commuter, Scan Qris Link Aja dan KAI PAY.
Bagi masyarakat yang kehabisan saldo ataupun belum membawa kartu uang elektronik, LRT Jabodebek menyediakan unit Ticket Vending Machine untuk top up kartu uang elektronik dan loket penjualan kartu uang elektronik di setiap stasiun.

















