Pembangunan salah satu proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Cipanas, Sumedang, Jawa Barat. Foto: Ilustrasi/Antara/Kementerian PUPR
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemerintah menyebut sebanyak 190 proyek strategis nasional (PSN) telah rampung dibangun sepanjang periode 2016-2023. Proyek yang menghabiskan dana Rp1.515,4 triliun itu menyerap 2,7 juta tenaga kerja.
Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, PSN yang selesai dibangun sepanjang 2023 berjumlah 37 proyek dengan total nilai mencapai Rp475,4 triliun.
Sebanyak 37 proyek tersebut termasuk 7 bendungan, 3 pelabuhan, 5 jalan tol, 4 kawasan, 5 kereta, 3 bandara, 1 energi, 1 pendidikan, 1 teknologi, 5 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dan 2 ketenagalistrikan.
Pada tahun 2016, pemerintah merampungkan pemmembangunan 20 PSN dengan nilai Rp33,3 triliun. Kemudian 10 PSN pada 2017 dengan nilai Rp61,4 triliun, 32 PSN pada 2018 senilai Rp207,4 triliun, dan 30 PSN pada 2019 senilai Rp165,3 triliun.
Kemudian, 12 PSN selesai dibangun pada 2020 senilai Rp123,1 triliun, 24 PSN pada 2021 senilai Rp125,9 triliun, serta 25 PSN pada 2022 senilai Rp320 triliun.
"Jadi, sekitar 190 proyek yang selesai dan 80 proyek yang sedang konstruksi atau beroperasi sebagian," ujar Wahyu dalam media briefing di Jakarta, Rabu (7/2/2024).
Menurut Wahyu, ketersediaan infrastruktur sangat berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi di suatu negara. Berbagai kajian internasional menyebutkan rata-rata infrastructure stock harus mencapai 70 persen.
Sehingga, pembangunan infrastruktur harus terus digencarkan. Apalagi Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi negara maju pada 2045. "Saat ini rata-rata infrastructure stock Indonesia masih berkisar di angka 45 persen," jelasnya.
Tahun ini, pemerintah menargetkan sebanyak 41 PSN bisa selesai dibangun. "Ini perkiraan yang optimistis dari kami, karena kami ingin mempercepat dan memperbanyak penyelesaian proyek-proyek PSN. Sehingga ini yang kita hasilkan," kata Wahyu.
Sebanyak 31 proyek ditargetkan selesai pada 20 Oktober 2024 atau pada akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). PSN tersebut terdiri dari 3 proyek di sektor jalan tol, 3 proyek di sektor transportasi, 14 proyek di sektor bendungan, 1 proyek di sektor energi, dan 11 proyek di sektor kawasan.
Sementara sisanya, sebanyak 10 proyek ditargetkan rampung hingga Desember 2024. Sepuluh PSN tersebut, antara lain 1 proyek di sektor transportasi serta 9 proyek di sektor bendungan dan irigasi. Total nilai investasi 41 proyek yang ditargetkan selesai tahun ini mencapai Rp500 triliun.
Menurut data dari Kemenko Perekonomian, pembangunan Kawasan Industri Bantaeng di Sulawesi Selatan memiliki nilai investasi tertinggi di antara PSN lainnya, yakni diperkirakan sebesar Rp155 triliun. Pembangunan PSN tersebut ditargetkan rampung di semester I-2024.
Sementara itu, Asisten Deputi Percepatan dan Pemanfaatan Pembangunan Kemenko Perekonomian Suroto menyebutkan, pengerjaan proyek strategis nasional itu telah menyerap sebanyak 2,71 juta tenaga kerja secara langsung sepanjang periode 2016 hingga Desember 2023.
"Dari yang kami catat sejak tahun 2016 sampai 2023, ada sekitar 2,71 juta penyerapan tenaga kerja yang secara langsung terlibat di dalam PSN," katanya.
Menurut data Kemenko Perekonomian, Pulau Jawa merupakan wilayah dengan serapan tenaga kerja tertinggi dari adanya pembangunan PSN, yakni 966.404 orang. PSN Pulau Sumatera juga termasuk wilayah yang banyak menyerap tenaga kerja mencapai 307.346 orang.
Selain penciptaan kesempatan kerja, Suroto menyebut pembangunan PSN juga memberikan dampak yang berganda (multiplier) terhadap pengembangan wilayah, terutama pada pendapatan tenaga kerja, output perekonomian daerah, dan nilai tambah industri.
Namun, dampak yang optimal dapat dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat dengan estimasi waktu 5 hingga 7 tahun setelah PSN selesai dibangun.
Hal itu berdasarkan studi dampak model makro-ekonomi atas PSN yang dilakukan Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) bersama dengan Bappenas pada 2020.