Hal itu disampaikan oleh Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi. Ia menyampaikan bahwa perpanjangan operasional ini merupakan langkah untuk mendukung kebutuhan masyarakat saat perayaan pergantian tahun.
“Perpanjangan jam operasional ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bermobilisasi di malam pergantian tahun. Mengingat animo masyarakat merayakan momen pergantian tahun yang membuat potensi terjadinya kemacetan," ujar Purnomosidi dikutip dari laman resmi KAI, Jumat (27/12/2024).
Penyesuaian jadwal operasional ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat yang ingin menikmati malam pergantian tahun tanpa harus menghadapi kemacetan.
Dengan total 384 perjalanan LRT Jabodebek yang disiapkan, KAI siap memberikan layanan transportasi yang lebih fleksibel, aman, dan nyaman di tengah suasana perayaan tahun baru.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan transportasi umum seperti LRT Jabodebek agar perjalanan mereka lebih nyaman, aman, dan lancar,” katanya.
Selain itu, KAI juga masih menerapkan tarif perjalanan normal yakni tarif maksimal Rp10 ribu pada off peak hour dan Rp20 ribu pada peak hour. Adapun waktu peak hour yakni pada pukul 06.00 s.d. 08.59 WIB dan 16.00 s.d. 19.59 WIB. Selebihnya selain waktu yang disebutkan di atas, akan berlaku tarif off peak hour.
"Dengan kebijakan ini, KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan mobilitas yang andal bagi masyarakat. KAI berharap layanan ini dapat mendukung kemeriahan perayaan tahun baru, menjadikannya lebih seru dan berkesan," pungkasnya.