Presiden Prabowo saat peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Foto: Youtube Setneg
BALIKPAPAN, (ERAKINI) –Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung tantiem atau bonus bagi direksi BUMN. Prabowo memerintahkan pembenahan menyeluruh BUMN, lantaran kinerja sebagian jajaran direksi tidak sejalan dengan kepentingan negara.
Prabowo menyoroti kondisi sejumlah BUMN yang masih mengalami kerugian, namun direksinya tetap meminta tantiem. Prabowo menyebut telah memberi tugas kepada pimpinan Danantara dan sejumlah menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan BUMN.
“Terlalu banyak pengalaman kita, direksi-direksi BUMN, saya katakan saja tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Diketahui, Prabowo sebelumnya sudah menyoroti tantiem bagi direksi dan komisaris BUMN saat pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN 2026 dan Nota Keuangan di DPR RI, pada 15 Agustus 2025.
“Direksi dan komisaris kalau keberatan, tidak bersedia tidak menerima tantiem, berhenti. Banyak anak-anak muda yang mampu dan siap menggantikan mereka,” tegas Prabowo saat itu.
Prabowo menyebut banyak direksi BUMN yang sulit diberi arahan. Ia bahkan menilai sebagian direksi bersikap keras kepala.
“BUMN sangat banyak, banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu, ndablek (keras kepala) menurut saya,” tukasnya.
Prabowo kembali menegaskan, bagi yang tidak mau dan tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, lebih baik segera berhenti karena banyak yang siap menggantikan.
“Kalau tidak mau, kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap menggantikan saudara-saudara. Saya percaya banyak yang siap menggantikan,” tegas Prabowo.
Prabowo mengingatkan bahwa jabatan di BUMN merupakan bentuk pengabdian. Karena itu, pihak yang tidak sanggup menjalankan tanggung jawab sesuai ketentuan sebaiknya mengundurkan diri. Pemimpin perusahaan BUMN juga diminta memberi contoh yang baik bagi bawahannya.
“Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat. Pengalaman saya di tentara, kalau pemimpinnya itu maling, cepat anak buah tahu, cepat sekali,” ungkap Prabowo.
“Selama ini banyak manajemen yang membohongi atasan, menipu atasan, menipu Presiden untuk mencari keuntungan pribadi. Sekarang harus dihentikan hal seperti itu,” lanjutnya.
Prabowo kemudian menyinggung arah kebijakan menuju swasembada energi. Ia menilai upaya tersebut selama ini terhambat oleh lemahnya kemauan serta praktik tidak jujur di tingkat manajemen, termasuk tindakan menipu atasan hingga Presiden demi keuntungan pribadi.
“Selama ini menurut saya tidak ada kemauan. Selama ini banyak di posisi manajemen, di posisi kritis, membohongi atasan, menipu atasan, menipu Presiden untuk mencari keuntungan pribadi. Sekarang harus dihentikan,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa kekayaan negara harus dijaga secara serius karena menjadi modal utama untuk memperkuat bangsa, mengurangi kemiskinan dan kelaparan, serta mendorong pengembangan industri dan teknologi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Presiden menekankan pentingnya dukungan pendanaan dalam pelaksanaan program hilirisasi. Prabowo optimistis, dengan pengelolaan yang baik dan tata kelola yang bersih, tujuan hilirisasi nasional dapat tercapai.