Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS, Kesepatkatan Damai AS-Iran Angkat Sentimen Pasar
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (15/6/2026) pagi menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.860 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah didorong meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu sentimen positif di pasar keuangan global.
"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on serta menekan harga minyak mentah dunia. Indeks dolar AS juga melemah setelah muncul laporan bahwa kesepakatan damai interim antara AS dan Iran telah tercapai," kata Lukman dikutip dari Antara.
Diketahui, esepakatan final antara Iran dan AS akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Informasi tersebut mengacu pada rancangan nota kesepahaman (MoU) yang tengah disiapkan Teheran dan Washington.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memastikan nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Dalam rancangan tersebut, Amerika Serikat disebut berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam Iran. Selain itu, pembukaan kembali Selat Hormuz akan dilakukan 30 hari setelah nota kesepahaman resmi ditandatangani kedua negara.
Dengan perkembangan tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.
















