Craftonesia, Sulap Kertas Bekas Jadi Berkualitas
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Kertas koran menumpuk menjadi inspirasi Piliani Ernawati menekuni usaha Craftonesia.
Pili, sapaan akrabnya, tak sengaja iseng berkreasi dengan kertas koran untuk mengisi waktu di rumah sekitar tahun 2021. Saat itu, usaha kulinernya sempat ambruk dihantam badai pandemi Covid-19.
“Usaha rumahan cookies susah bertahan dan suka (hobi) nge-craft dari kertas dan kain perca untuk digunakan sendiri,” kata dia, di Kota Semarang, Minggu 14 September 2025.
Pili mulai mendaur ulang sampah untuk perkakas rumah. Mulai vas bunga, tempat pensil, tempat tisu dan aksesoris lainnya. Hasil kerajinan tersebut belum diwarnai masih terlihat kertas mentah.
Berangkat dari situ, dia bertekad membangun usaha kerajinan dari bekas koran. Lembaran koran dipotong dilanjutkan memilin kertas. Kemudian diwarnai, dianyam dilanjutkan proses coating agar semakin tahan air dan memperpanjang masa pakai.
“Upaya kecil ini sebagai bagian mencari solusi mengatasi masalah sampah di lingkungan,” kata dia.
Setelah itu baru ditambahkan material lain untuk pemanis seperti perca batik dan kulit. Untuk produk tas, bagian dalam (inner) dijahit secara manual. Beragam produk sudah dihasilkan seperti tas, gantungan kunci, kalung, anting, hiasan dinding dan lainnya.
Variasi produk membuat Pili harus mencari bekas kertas lebih banyak. Dia menyadari keberadaan kertas koran semakin terbatas. Alhasil dia juga menggunakan kertas buram dan majalah.

















