Kolaborasi PepsiCo, Bali Waste Cycle dan Dinas Lingkungan Hidup Denpasar mengubah sampah kemasan plastik multilapis menjadi penanda jalan dan arah. Foto : Dok PepsiCo
JAKARTA (ERAKINI) – PepsiCo Indonesia, produsen merek makanan ringan ikonik Lay's, Cheetos, and Doritos, bersama Bali Waste Cycle (BWC) yang juga bagian dari PepsiCo Greenhouse Program IMPACT Edition Asia Pacific 2026, pada (18/8) resmi meluncurkan proyek perdana pemasangan papan nama jalan dan penunjuk arah yang terbuat dari hasil pengelolaan kembali sampah kemasan makanan ringan di Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya nyata PepsiCo Indonesia dalam mendukung penguatan ekosistem pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan serta mendukung pengembangan rantai nilai kemasan yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Indonesia. Hal ini juga menjadi bagian dari implementasi extended producer responsibility (EPR) sekaligus mendukung target pemerintah untuk mengurangi sampah produsen sebesar 30% di tahun 2029.
Papan nama “Taman Kota Sewaka Dharma” di Lumintang diproduksi dari sampah material multi-layered plastic (MLP) atau plastik multilapis kemasan makanan ringan Lay's, Cheetos, dan Doritos yang telah dikumpulkan dan dikelola oleh BWC, dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Melalui inovasi ini, kemasan pascakonsumsi dapat diproses ulang menjadi infrastruktur publik yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Peluncuran ini menandai langkah penting dalam kolaborasi lintas pemangku kepentingan antara PepsiCo Indonesia, Bali Waste Cycle, dan DLHK Denpasar. Acara peresmian dihadiri oleh perwakilan dari DLHK Denpasar, PepsiCo Indonesia, Bali Waste Cycle, dan PepsiCo Greenhouse Program. Papan jalan dan penanda arah akan ditempatkan pada sejumlah lokasi terpilih, termasuk Taman Lumintang, salah satu ruang publik utama di Denpasar yang dikelola oleh DLHK.
Selain itu, papan penunjuk arah hasil pengelolaan sampah kemasan MLP juga dipasang di sejumlah lokasi publik lainnya di Bali, seperti: Kemenuh Monkey River, yang merupakan salah satu destinasi wisata ternama di Kemenuh, Gianyar.
Sejak beroperasi di Indonesia pada tahun 2025, PepsiCo Indonesia telah menjalankan berbagai upaya pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra, termasuk Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) dan Bali Waste Cycle.
Milly Pearson, APAC & India Sustainability Manager at PepsiCo dan perwakilan Greenhouse Program,menyebutkan, “Salah satu indikator terkuat dari keberhasilan program Greenhouse Program adalah melihat inovasi-inovasi tersebut bergerak dari ide menjadi implementasi langsung di dunia nyata yang memberikan dampak terukur. Perjalanan Bali Waste Cycle menunjukan bagaimana solusi pengembangan lokal dapat mengatasi tantangan lingkungan yang kompleks.”
Inisiatif ini juga menjadi tonggak penting bagi Bali Waste Cycle, startup yang berfokus pada pengelolaan dan pemrosesan plastik serta material yang sulit didaur ulang. Pada tahun 2025, BWC terpilih sebagai salah satu finalis Greenhouse Accelerator Program Asia Pacific dan menjadi satu-satunya startup asal Indonesia dalam program tersebut. BWC menerima pendanaan sebesar USD 20.000 serta pendampingan dari PepsiCo untuk mengembangkan solusi yang dimilikinya. Pada tahun ini, BWC kembali terpilih dalam Greenhouse Program IMPACT Editon Asia Pacific dan memperoleh pendanaan tambahan sebesar USD 20.000 untuk memperluas dampak dan skalabilitas operasionalnya.
Olivia Anastasia Padang, Director of Bali Waste Cycle, menyampaikan, "Menjadi satu-satunya startup Indonesia yang terpilih dalam Greenhouse Program merupakan sebuah kehormatan sekaligus validasi atas solusi yang kami kembangkan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kemasan plastik multilapis yang selama ini dianggap sulit didaur ulang sesungguhnya dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan masih memiliki nilai ekonomi.”
Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs, Corporate Communications and Sustainability di PepsiCo Indonesiaberkata “PepsiCo Indonesia percaya bahwa kolaborasi multi pihak sangatlah penting dalam menghadirkan solusi untuk menangani permasalahan sampah di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan mitra kami seperti Bali Waste Cycle dan IPRO, PepsiCo Indonesia terus berupaya menguatkan sistem pengumpulan dan pemanfaatan kembali kemasan pasca konsumsi Lay's, Cheetos, dan Doritos.”
Ia menambahkan, "Kami berharap proyek ini dapat menjadi contoh nyata bahwa kemasan plastik MLP paska konsumsi juga masih dapat memiliki nilai dan fungsi yang cukup baik."
I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Wali Kota Denpasar, menambahkan kolaborasi PepsiCo dengan Bali Waste Cycle yang juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar menjadi langkah baik dalam menjaga lingkungan.