Tips dan Waktu yang Tepat Berjemur Sambut Sinar Matahari Pagi untuk Jaga Kesehatan
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Berjemur di bawah hangatnya sinar matahari pagi telah lama dikenal sebagai salah satu kebiasaan sehat yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Aktivitas sederhana ini memberikan manfaat besar karena sinar matahari menjadi sumber alami utama dalam pembentukan vitamin D di dalam tubuh.
Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan tulang, mendukung sistem imun, membantu penyerapan kalsium, serta berkontribusi terhadap kesehatan mental. Meski demikian, masih banyak orang yang bertanya-tanya mengenai waktu terbaik untuk berjemur agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan dampak buruk bagi kulit.
Sebagai negara yang berada di wilayah khatulistiwa, Indonesia menerima paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi hampir sepanjang tahun. Kondisi ini memberikan keuntungan dalam pembentukan vitamin D, tetapi di sisi lain juga meningkatkan risiko paparan radiasi ultraviolet (UV) yang berlebihan.
Paparan sinar UV yang terlalu lama dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari penuaan dini, iritasi, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Sebaliknya, kurangnya paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin D yang berpotensi berdampak pada kesehatan tulang dan otot.
Karena itu, memahami waktu yang tepat serta durasi berjemur yang sesuai menjadi kunci untuk memperoleh manfaat kesehatan secara maksimal tanpa meningkatkan risiko gangguan kulit.
Selain berjemur, menjaga pola makan bergizi dan menggunakan perlindungan kulit yang tepat juga penting untuk mendukung tubuh secara menyeluruh. Bagi mereka yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, suplemen vitamin D dapat menjadi pilihan tambahan setelah berkonsultasi dengan tenaga .


















