Mitos atau Fakta: ‘Cuaca Dingin Bikin Tubuh Gampang Sakit’? Ini Penjelasannya!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Saat musim hujan datang, suhu udara menjadi lebih rendah dan udara terasa lebih sejuk. Di waktu inilah banyak orang merasa lebih mudah terserang penyakit seperti flu atau batuk pilek.
Tapi, apakah benar cuaca dingin bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit? Apakah ini hanya sekadar mitos, atau memang ada dasarnya?
Berikut ini fakta di balik cuaca dingin dan risiko penyakit, dirangkum Erakini, Senin (18/8/2025)!
Memang benar, infeksi saluran pernapasan seperti influenza dan batuk pilek lebih sering terjadi di musim dingin atau hujan. Namun, penyebab utama dari penyakit-penyakit ini bukanlah suhu dinginnya itu sendiri, melainkan infeksi virus.
Flu disebabkan oleh virus influenza, sementara batuk dan pilek bisa disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus, dengan Human Rhinovirus (HRV) sebagai salah satu pemicu paling umum. Di iklim tropis seperti Indonesia, musim hujan biasanya membawa udara yang lebih lembap. Kondisi ini mendukung perkembangan virus dan meningkatkan risiko penularannya dari satu orang ke orang lain, baik melalui udara maupun benda yang terkontaminasi droplet.
Selain itu, faktor lain seperti menurunnya sistem imun saat cuaca dingin juga memengaruhi kerentanan seseorang terhadap penyakit. Kurangnya sinar matahari selama musim hujan bisa menghambat produksi vitamin D dalam tubuh, yang penting untuk menjaga kekebalan. Ditambah lagi, banyak orang menjadi kurang aktif bergerak atau jarang berolahraga di , sehingga daya tahan semakin melemah.


















