Air Minum Biru, Inovasi Teknologi Untuk Bisnis Baru Melalui Waralaba
Sali Pawiatan
JAKARTA (ERAKINI) - Air bersih itu kelihatannya sepele tinggal buka keran, beres. Namun, faktanya, di banyak tempat, air minum layak masih jadi barang mewah. Nah, di tengah krisis air global, muncul gebrakan baru yang disebut teknologi air biru.
Konsep ini bukan cuma soal bikin air jadi jernih, tapi juga tentang bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan siklus air secara berkelanjutan.
Di tengah kekhawatiran akan kualitas, air minum dalam kemasan (AMDK) kerap menjadi solusi andalan. Namun, tidak semua orang bisa menjangkaunya untuk penggunaan rutin setiap hari karena harga yang cukup tinggi. Padahal, akses terhadap air minum yang higienis dan terjangkau semestinya menjadi hak setiap orang, menjadi kebutuhan dasar yang seharusnya tersedia untuk semua lapisan masyarakat.
Sebagai jawaban atas kebutuhan akan air minum aman dan sehat dengan harga terjangkau, Air Minum Biru telah hadir lebih dari 23 tahun sebagai solusi “juara sehat dan juara hemat” bagi masyarakat Indonesia.
Untuk air Minum Biru memproses dan memurnikan air baku yang diambil dari sumber alami dengan menggunakan teknologi 100% Ozon yang mengacu pada standar industri air minum dalam kemasan (AMDK), yang memastikan kualitas air yang higienis dan aman dikonsumsi.
Ozonisasi berfungsi sebagai disinfektan alami yang efektif membunuh bakteri dan virus, sekaligus memperkaya air dengan oksigen aktif yang terlihat dari butiran-butiran oksigen dalam galon yang berasa segar saat dikonsumsi. Air Minum Biru, air minum alami yang bermineral, yang bebas dari mikroorganisme patogen yaitu kuman berbahaya.


















