Tidak lengkap rasanya saat buka puasa Ramadhan tanpa gorengan. Tapi perlu diingat, berlebihan makan gorengan saat buka puasa bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Foto: Ilustrasi/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Tidak lengkap rasanya saat buka puasa Ramadhan tanpa gorengan. Dengan rasanya gurih dan renyah, gorengan selalu jadi salah satu menu yang paling laris diburu menjelang waktu berbuka puasa.
Tapi perlu diingat, berlebihan makan gorengan saat buka puasa bisa memicu berbagai masalah . Termasuk peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Dikutip dari laman Ditjen Yankes Kemenkes, Rabu (13/3/2024), Terlalu banyak makan gorengan ternyata tidak hanya meningkatkan asupan kalori harian pada tubuh.
Makan gorengan dalam jumlah banyak ternyata juga akan meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas. Makanan yang dilapisi dengan tepung dan digoreng memiliki kandungan kalori yang tinggi.
Tempe, tahu, dan ayam adalah makanan yang sehat. Namun, hampir semua kalangan lebih menyukai tempe, tahu, maupun ayam yang digoreng daripada yang dikukus atau direbus. Padahal, proses menggoreng justru mengurangi nilai gizi pada bahan utamanya karena akan menambahkan kalori dan kandungan lemaknya.
Meskipun rasanya enak, jenis makanan ini memiliki kandungan lemak trans yang bisa meningkatkan level LDL atau kolesterol jahat dan menurunkan level HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh.
Kandungan lemak trans yang tinggi ini disebabkan oleh proses memasak yang melibatkan penggunaan minyak hidrogenasi yang ditambahkan dengan gas hidrogen sehingga bisa mengubah lemak menjadi padat. Penggunaan jenis minyak ini lebih disukai karena akan menghasilkan makanan yang kaya rasa dan lebih renyah.
Namun, kondisi ini kemudian memicu berbagai penyakit berbahaya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi gorengan dalam jumlah yang kecil atau sekitar 114 gram saja bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 3 persen, penyakit jantung sebesar 2 persen, dan gagal jantung sebesar 12 persen.
Berikut bahaya makan gorengan berlebihan saat buka puasa:
1. Lemak dalam Minyak Sulit Dicerna
Kandungan lemak dalam minyak pada gorengan cenderung sulit dicerna. Hal ini membuat tubuh lebih lama mencerna gorengan, sehingga bisa mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.
2. Lemak Trans dalam Gorengan Meningkatkan Kolesterol Jahat
Karena makanan yang digoreng dimasak dalam minyak pada suhu yang sangat tinggi, kemungkinan besar makanan tersebut mengandung lemak trans.
Lemak trans dalam gorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh (low density lipoprotein/LDL). Jadi, semakin banyak mengonsumsi gorengan, maka semakin banyak kadar lemak jahat dalam tubuh.
3. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Jangan mengira bahwa diabetes hanya bisa terjadi akibat makan makanan manis, anggapan tersebut keliru. Nyatanya, makan gorengan berlebihan saat buka puasa juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini.
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Harvard School of Public Health menemukan, bahwa konsumsi gorengan yang sering secara signifikan dikaitkan dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2.
Kesimpulan ini didapat setelah memeriksa data dari lebih dari 100.000 pria dan wanita selama 25 tahun. Mereka menemukan bahwa peserta yang makan gorengan antara empat dan enam kali per minggu, memiliki 39 persen peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2. Hal ini jika dibandingkan dengan mereka yang makan gorengan kurang dari sekali seminggu.
Bahkan, peserta yang makan gorengan 7 kali atau lebih per minggu memiliki 55 persen peningkatan risiko mengembangkan kondisi ini
4. Gorengan Berpotensi Mengandung Akrilamida Penyebab Kanker
Alasan lain mengapa perlu membatasi makan gorengan saat buka puasa adalah karena berpotensi mengandung akrilamida. Ini adalah zat beracun yang dapat terbentuk dalam makanan selama memasak suhu tinggi, seperti menggoreng atau memanggang.
Akrilamida terbentuk oleh reaksi kimia antara gula dan asam amino yang disebut asparagin. Makanan bertepung seperti produk kentang goreng biasanya memiliki konsentrasi akrilamida yang lebih tinggi. Konsentrasi akrilamida yang tinggi dalam tubuh dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
5. Gorengan Tinggi Kalori dan Bisa Memicu Kegemukan
Makanan yang digoreng mengandung lebih banyak kalori daripada makanan yang tidak digoreng. Jadi, makan gorengan saat buka puasa berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.
Belum lagi kandungan lemak trans dalam gorengan, yang juga membuat risiko peningkatan berat badan menjadi lebih tinggi. Bukan tidak mungkin jika kebiasaan makan gorengan setiap hari pada akhirnya menyebabkan obesitas.
Itulah beberapa alasan mengapa perlu membatasi konsumsi gorengan saat buka puasa. Makan gorengan memang enak dan dalam jumlah sedikit mungkin tidak masalah. Tapi perlu dikontrol dan dibatasi.