Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) unggulan kini menjadi incaran banyak calon siswa. Foto: Ilustrasi/MAN IC Serpong
JAKARTA, (ERAKINI) - Sekolah Madrasah Aliyah Negeri atau MAN unggulan kini menjadi incaran banyak calon siswa. Terbukti, Seleksi Nasional Penerimaan Peserta Didik Baru (SNPDB) 2024 banjir peminat atau mencapai 31.990 pendaftar.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah, terdapat tiga kategori madrasah unggulan, yaitu madrasah akademik atau MAN Insan Cendekia (MAN IC), madrasah keagamaan atau MAN Program Keagamaan (), serta madrasah keterampilan atau Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (). Lantas apa beda ketiganya?
Baik MAN IC, MAN PK, maupun MAKN, merupakan model madrasah unggulan di Indonesia yang berbasis asrama. MAN IC memiliki visi mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi di bidang keimanan dan ketaqwaan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sedangkan MAN PK adalah madrasah yang memiliki peminatan keagamaan dan sangat tepat untuk pendalaman bahasa asing yaitu Bahasa Arab dab Bahasa Inggris.
Sementara MAKN lebih berfokus pada penyelenggaraan pendidikan kejuruan dengan kekhasan pendidikan agama Islam. Perbedaan visi dari ketiga madrasah aliyah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta didik.
1. MAN IC MAN IC merupakan salah satu prototipe madrasah unggulan berbasis asrama di Indonesia. Di MAN IC siswa akan dibentuk karakter dan kemampuannya melalui bidang Keimanan dan Ketakwaan (IMTAK), menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), mempunyai wawasan keislaman dan kebangsaan yang baik.
MAN IC diharapkan dapat berfungsi sebagai magnet school, atau bisa menjadi model dan inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di sekitarnya.
Biaya untuk sekolah di MAN IC untuk SPP dan pendaftaran adalah gratis. Orang tua hanya perlu membayar biaya asrama dan seragam yang ketentuan besarannya akan disepakati bersama dengan komite sekolah. Dalam proses pendaftaran, setiap calon siswa hanya dapat memilih maksimal 2 lokasi MAN IC.
2. MAN PK MAN PK mungkin lebih populer bagi masyarakat karena sistem penerimaan peserta didik baru difokuskan pada kemampuan calon siswa pada bidang agama.
Program unggulan ini, sebenarnya termasuk bagian dari MAN Reguler yang sudah ada. MAN-PK pada MAN Reguler bertujuan merevitalisasi praktik baik penyelenggaraan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang pernah diprakarsai Menteri Agama Munawir Sjadzali pada akhir tahun 1987.
Untuk Penekanan MAN-PK, ditekankan pada kurikulum keagamaan yang padat serta penekanan pada penguasaan Bahasa Arab dan Inggris. Saat ini terdapat 11 sekolah MAN-PK yang tersebar di Indonesia, yakni MAN 2 Padang Panjang, MAN 3 Makassar, MAN 1 Surakarta, MAN 1 Ciamis, MAN 2 Mataram, MAN 1 Yogyakarta, MAN 4 Jombang, MAN 2 Samarinda, MAN 4 Banjar, MAN 1 Jember, dan MAN Batam.
Untuk siswa baru, MAN PK hanya dapat memilih satu pilihan MAN-PK. Namun, semua peserta yang berhasil masuk MAN-PK mendapat beasiswa sampai lulus. Untuk tesnya, ada tes umum, akademik dan potensi akademik. Di samping itu, setiap calon siswa MAN-PK harus mengikuti tes wawancara, baca kitab kuning, dan tes lisan bahasa Arab-Inggris.
3. MAKN MAKN adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Kementerian Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah.
MAKN merupakan madrasah yang menonjolkan kejuruan. Kementerian Agama pada tahun 2017 membangun piloting MAN Kejuruan di dua lokasi, yaitu MAKN Ende Nusa Tenggara Timur (NTT), dan MAKN Bolaang Mongondow Sulawesi Utara (Sulut).
Setiap tahun Kementerian Agama membuka Seleksi Nasional Peserta didik Baru (SNPDB) untuk kedua MAKN. Biasanya bersamaan dengan SNPDB untuk MAN IC dan MAN PK. Daya tampung peserta didik baru disesuaikan dengan kondisi setiap MAKN.
Jurusan yang ditawarkan di MAKN Ende, yakni Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Sementara MAKN Bolaang Mongondow menyediakan Jurusan Agrobisnis dan Pengolahan Hasil Laut.