Salah satu adegan dalam trailer resmi film 'Silent Night, Deadly Night'. Film ini bakal tayang di bioskop mulai 12 Desember 2025 dengan menyuguhkan teror natal penuh darah. (Foto: YouTube/Bloody Disgusting Horor)
JAKARTA, (ERAKINI) – Penikmat horor bertema Natal bersiaplah karena film ‘Silent Night, Deadly Night’ akan kembali menghidupkan mimpi buruk masa lalu dalam versi reboot yang dijadwalkan pada pertengahan .
Trailer perdananya yang baru saja dirilis langsung memicu beragam reaksi dari penggemar dan kritikus, menandai kembalinya salah satu film kultus paling kontroversial dari era 80-an.
Film aslinya, yang rilis pada 1984, sempat menjadi pusat perdebatan sengit karena menampilkan kekerasan brutal berselimut suasana liburan Natal, hingga akhirnya dicekal di berbagai jaringan bioskop.
Kini, remake terbarunya menjanjikan intensitas yang bahkan lebih ekstrem, terlihat dari belum adanya klasifikasi rating, sebuah indikasi kuat bahwa film ini akan menghadirkan adegan-adegan sadis yang melampaui pendahulunya. Berikut ini sinopsisnya!
Sebagaimana dilihat dalam trailer yang dirilis oleh kanal YouTube Bloody Disgusting Horor, film ‘Silent Night, Deadly Night’ ini mengangkat kembali kisah Billy, seorang pria dengan masa lalu kelam.
Saat kecil, ia menjadi saksi hidup pembantaian orang tuanya oleh seorang pembunuh misterius yang mengenakan kostum Sinterklas. Trauma tersebut tumbuh bersama Billy, dan puluhan tahun kemudian, ia mengenakan jubah merah ikonik itu, bukan untuk menyebar sukacita, tapi untuk menebar horor.
Namun, dalam versi 2025 ini, Billy hadir dengan karakterisasi yang lebih kompleks. Ia tampaknya hanya menargetkan orang-orang yang dianggap nakal, menjadikannya sosok antihero kelam dengan kode moral tersendiri.
Dalam trailer, penonton juga diperkenalkan dengan sosok misterius yang tampaknya menjadi sekutu Billy dalam membantai, menambahkan lapisan baru dalam cerita berdarah ini.
Meski film pertama mendapat tempat di hati penggemar horor klasik, sekuelnya ‘Silent Night, Deadly Night 2’ justru dikenal sebagai film so bad it's good dengan adegan-adegan yang kini menjadi bahan meme di internet. Banyak pengamat percaya reputasi buruk sekuelnya jadi alasan mengapa proyek remake ini butuh waktu lama untuk terealisasi.
Namun, versi terbaru ini tampaknya lebih memilih nuansa psikologis dan drama dibandingkan sekadar sadisme. Sebuah subplot tentang kisah cinta tak terduga muncul dalam trailer, menghadirkan dilema batin Billy yang mulai mempertanyakan tindakannya setelah bertemu seorang wanita misterius.