Saat Luna Maya Gunakan Gaun Rancangan Mendiang Sang Ayah Jelang Pesta Pernikahan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Di tengah semarak perayaan cinta yang berlangsung pada 7 dan 8 Mei 2025 di Bali, Luna Maya tak sekadar merayakan ikatan suci bersama Maxime Bouttier. Ia juga menghadirkan sosok yang begitu berarti dalam hidupnya, meski raganya telah lama tiada—sang ayah, Uut Bambang Sugeng.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Sabtu (17/5/2025), Luna menyampaikan dengan suara bergetar bahwa kehadiran ayahnya dalam pernikahannya bukanlah hal mustahil, setidaknya secara batin.
Luna mengusahakan bentuk-bentuk penghormatan yang lembut, nyaris tak terlihat mata awam, namun sarat makna bagi dirinya dan keluarga.
“Salah satu bagian paling pribadi dari pernikahan saya adalah gaun yang dibuat dari karya seni almarhum ayah saya. Sebuah penghormatan yang lembut, ditenun dengan kerinduan dan cinta,” ucap Luna lirih.
Gaun akad nikahnya, rancangan Yefta Gunawan, menyimpan motif istimewa—lukisan sang ayah yang kini berubah rupa menjadi helai kain yang membungkus hari bersejarahnya.
Tak berhenti di situ, undangan pernikahan pun disusun dengan sentuhan artistik yang sama. Bahkan sebuah sudut khusus di tempat acara disulap menjadi galeri kecil, memajang lukisan-lukisan karya almarhum. Di sanalah, memori dan warna bersatu, bercerita tanpa suara tentang seorang ayah yang hadir dalam tiap guratan.
“Ini kejutan untuk Mama,” ucap Luna, merujuk kepada ibunya, Desa Maya Waltaurd Maiyer. Di balik upaya itu, ada harapan sederhana: agar ibunya bisa merasakan kehangatan sosok yang mereka cintai, walau hanya dalam bentuk karya seni.

















