Salah satu adegan dalam teaser trailer film 'Jangan Panggil Mama Kafir'. Film ini siap mengaduk emosi 16 Oktober 2025 dengan menyuguhkan kisah menyentuh dari pasangan tak seagama, tapi satu cinta. (Foto: YouTube/Cinema 21).
JAKARTA, (ERAKINI) – Layar lebar Indonesia kembali diramaikan oleh sebuah film drama emosional yang diangkat dari kisah nyata. Film bertajuk ‘Jangan Panggil Mama Kafir’ dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air mulai pertengahan .
Film ini akan menghadirkan Michelle Ziudith dan Giorgino Abraham sebagai tokoh utamanya. Disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo dan ditulis oleh Archie Hekagery, film ini merupakan hasil kolaborasi Maxima Pictures dan Sinergi Pictures.
Selain duet Michelle Ziudith dan Giorgino Abraham, film ini juga diperkuat oleh Humaira Jahra, Gilbert Pattiruhu, Prastiwi Dwiarti, Indra Birowo dan TJ Ruth yang berhasil menambah kedalaman emosi dan keotentikan alur cerita.
Berbeda dari drama keluarga biasa, film ‘Jangan Panggil Mama Kafir’ mengangkat tema sensitif namun sangat relevan: pernikahan beda agama, pengorbanan, dan janji suci yang melampaui batas keyakinan. Cerita ini menawarkan narasi mendalam tentang bagaimana cinta dan keimanan dapat bersinggungan dalam dilema kehidupan nyata. Berikut ini sinopsisnya!
Sebagaimana dilihat dari trailer yang dirilis oleh kanal YouTube Cinema 21, film ‘Jangan Panggil Mama Kafir’mengikuti kisah tentang Maria, diperankan oleh Michelle Ziudith, seorang perempuan non-muslim yang menikah dengan Fafat, diperankan Giorgino Abraham, pria muslim yang rela menghadapi penolakan ibunya demi cinta sejatinya.
Pernikahan mereka menjadi titik awal kisah cinta yang penuh ujian. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Tak lama setelah kelahiran putri mereka, Laila, Fafat meninggal dunia karena kecelakaan. Di titik itulah konflik utama dimulai: Maria harus memenuhi wasiat terakhir sang suami — membesarkan Laila sesuai ajaran Islam.
Tantangan demi tantangan datang silih berganti. Maria harus menghadapi stigma sosial, tekanan dari lingkungan, serta konflik batin yang terus menguji identitas dan keyakinannya. Di tengah semua itu, satu hal yang tak berubah adalah cinta seorang ibu yang tak tergoyahkan.
“Ketika cinta diuji, Fafat harus berani menentang ibunya sendiri demi Maria. Perjalanan cinta mereka bukan cuma soal beda agama, tapi juga soal restu yang sulit didapat. Fafat harus berjuang meyakinkan ibunya, seorang ustazah, bahwa Maria adalah calon istrinya. Ini jadi bukti kalau cinta mereka kuat banget, bahkan lebih kuat dari perbedaan yang ada. Kalau kamu, seberapa jauh kamu bakal berjuang demi cinta?” demikian tulis Cinema 21 dalam deskripsi trailer film tersebut, dikutip Erakini, Kamis (11/9/2025).