Sebagian Desa Wisata ini sudah mendapat penghargaan pada ajang ASEAN Tourism Awards (ATA) 2025. ini dipastikan nyaman karena mengusung konsep ramah lingkungan.
Penasaran ada apa saja? Berikut rekomendasi Desa Wisata di Indonesia yang cocok dikunjungi saat libur akhir pekan ini:
1. Desa Wisata Nagari Adat Sijunjung, Sumatera Bara Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Sumatera Barat, sangat menarik untuk dikunjungi. Desa Wisata Nagari Adat Sijunjung pada ATA 2025 memenangkan penghargaan ASEAN Homestay Award. Desa Wisata Nagari Adat Sijunjung memiliki kurang lebih 76 rumah adat (Rumah Gadang) berjajar rapi dalam satu kawasan perkampungan.
Bagi pengunjung yang ingin menginap di Desa Wisata Nagari Adat Sijunjung dapat menikmati berbagai paket wisata yang diisi dengan berbagai kegiatan seru dan menikmati ragam budaya, seperti kuliner, kesenian, dan nilai sejarah.
Pengunjung juga dapat mengikuti kelas memasak makanan tradisional yang menawarkan aktivitas kelas memasak makanan tradisional khas Sumatera Barat mulai dari rendang, kalamai (dodol), dan makanan lainnya.
2. Desa Wisata Bilebante, Nusa Tenggara Barat
Di Desa Wisata Bilebante pengunjung bisa mencoba ragam aktivitas outdoor seru di Pasar Pancingan. Sesuai namanya, pengunjung bisa mengikuti kegiatan memancing di kolam yang sudah disediakan dan uniknya, hasil pancingannya bisa langsung diolah menjadi kuliner berbahan dasar ikan.
Pengunjung juga bisa menyusuri desa sambil bersepeda, mampir ke kebun herbal sambil belajar kesehatan dan mencoba perawatan spa. Dan yang pasti, di Desa Wisata Bilebante harus mencicipi kuliner lokal yang khas seperti es pisang ijo, aneka bubur, serabi rumput laut, klepon, lupis, mule gati, secang, plecing kangkung, hingga nasi balap. Pada acara ATA 2025, desa wisata Bilebante meraih penghargaan ASEAN Public Toilet Award.
3. Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur. Desa wisata berikutnya yang mendapat penghargaan pada ATA 2025 adalah Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Desa wisata adat Osing Kemiren mendapat penghargaan ASEAN Homestay Award.
Tidak mengherankan karena ketika berkunjung ke desa wisata adat Osing Kemiren pengunjung akan menemui keramahan warga Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang membuat nyaman seolah di kampung sendiri. Di Desa Wisata aAdat Osing Kemiren pengunjung juga bisa merasakan serunya sensasi masak di dapur Suku Osing yang autentik, belajar proses pembuatan kopi tradisional, dan menikmati pertunjukan budaya Barong Osing.
4. Destinasi wisata CMC Tiga Warna, Kabupaten Malang Jawa Timur
Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna merupakan kawasan konservasi untuk pohon bakau dan terumbu karang yang berada di Kecamatan Sitiarjo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pengelola objek wisata CMC Tiga Warna berkomitmen untuk memastikan kebersihan pantai. Salah satunya dengan menerapkan sistem check list barang bawaan pengunjung menuju pantai.
Saat memasuki destinasi wisata CMC Tiga Warna ini, pengunjung harus melaporkan barang berpotensi sampah seperti air minum kemasan, tisu basah, tas plastik, dan masker. Ketika meninggalkan lokasi, pengunjung harus kembali membawa barang-barang tersebut keluar. Destinasi wisata CMC Tiga Warna berhasil meraih penghargaan ASEAN Community-Based Tourism Award pada ajang ATA 2025.
5. Lihaga Beach Club, Sulawesi Utara
Berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Lihaga Beach Club yang dikelola oleh pihak swasta berkembang menjadi kawasan wisata yang sayang untuk dilewatkan.
Di Lihaga Beach Club pengunjung bisa menemukan laut yang berombak tenang, air laut sejernih kristal, pasir putih, dan pepohonan rindang. Fasilitas di Lihaga Beach Club bisa dibilang lengkap seperti toilet yang bersih, hingga kafe yang menyediakan makanan dan minuman.
Ada juga glamping untuk pengunujung yang ingin menginap dengan harga berkisar antara Rp850.000 hingga Rp3 juta, tergantung paket yang diambil, semisal apakah menginap dengan sarapan dan ingin dijemput dengan kapal.
6. Desa Wisata Les, Buleleng, Bali
Bagi kamu yang ingn berkunjung ke Bali, tidak ada salahnya mencoba Desa Wisata Les yang terletak di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Desa Wisata Les ini menawarkan pengalaman berwisata yang berbeda dari Bali pada umumnya. Suasananya yang alami dan tenang memberikan perasaan autentik khas Bali bagi setiap wisatawan yang mengunjunginya.
Di sini, pengunjung bisa menyaksikan Air Terjun Yeh Mampeh yang menjadi salah satu air terjun tertinggi di Bali. Selain itu, tersedia pula aktivitas trekking di Bukit Yangudi. Pengunjung juga bisa snorkelling bersama kelompok pemerhati terumbu karang yang berperan aktif menjaga kelestarian ekosistem bawah laut setempat.
Desa Wisata Les terkenal dengan produksi garam palungan yang dibuat dengan metode tradisional tanpa bahan kimia tambahan. Selain itu, terdapat inovasi garam dengan aneka rasa seperti rosemary dan pedas yang didukung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah dipasarkan hingga ke luar Bali bahkan ke luar negeri.
7. Desa Wisata Krebet, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Destinasi lainnya yang tak kalah menarik adalah Desa Wisata Krebet, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Krebet termasuk dalam salah satu nominasi dari 50 Besar ADWI Kemenparekraf tahun 2024. Dulunya, desa ini hanyalah desa kecil di perbukitan kapur dengan kegiatan pertanian sebagai sektor ekonomi utamanya. Pada pertengahan 1970-an, sebagian masyarakat mulai membuat kerajinan berbahan kayu sederhana seperti pisau.
Seiring waktu, dikembangkanlah bentuk kerajinan yang lebih detail seperti patung, wayang, dan topeng bahkan batik. Kerajinan ini lalu dipamerkan, dipesan, dan memperoleh apresiasi positif. Tak heran, Desa Krebet makin dikenal karena kelihaian warganya dalam mengolah hasil alam setempat.
Salah satu aktivitas yang wajib dicoba wisatawan saat berada di Desa Wisata Krebet adalah membatik kayu yang merupakan daya tarik utama desa ini. Pengunjung bahkan dapat memborong kerajinan batik kayu hasil karya masyarakat setempat.