Salah satu adegan dalam trailer film horor komedi 'Maju Seram Mundur Horor'. Film ini dijadwalkan tayang mulai di Cinema XXI mulai 23 Oktober 2025 mendatang. (Foto: YouTube/Cinema 21).
JAKARTA, (ERAKINI) - Menjelang akhir Oktober 2025, layar lebar Indonesia akan kedatangan film terbaru bergenre horor-komedi berjudul ‘Maju Seram Mundur Horor’. Film ini menghadirkan kisah menarik tentang sekelompok mahasiswa yang tanpa sengaja terjebak dalam mimpi-mimpi janggal yang perlahan membawa mereka ke dalam pusaran misteri antara realitas dan dunia tak kasat mata.
Karya ini merupakan arahan sutradara Chiska Doppert, serta diproduseri oleh Shanker R. S. dan Rama Tribudiman. Film ini turut dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris populer seperti Mael Lee, Dodit Mulyanto, Daffa Ariq, Yewen, Carissa Perusset, dan Sara Fajira, yang masing-masing menampilkan karakter unik dengan warna tersendiri.
Mengusung latar kehidupan mahasiswa, ‘Maju Seram Mundur Horor’ memadukan unsur komedi, ketegangan supranatural, dan drama kampus. Tak sekadar menampilkan kengerian dan tawa, film ini juga menyisipkan realita yang dekat dengan generasi muda: tekanan akademik, tuntutan kelulusan, dan perjuangan dalam menyelesaikan tugas akhir.
Dengan alur cerita yang segar dan penuh kejutan, film ini siap menjadi tontonan alternatif yang menghibur sekaligus menegangkan bagi para penonton di penghujung Oktober. Berikut ini sinopsisnya!
Melansir IMDb, film ‘Maju Seram Mundur Horor’ berkisah tentang Poltak, Bowo, Dede, dan Asikin—empat mahasiswa jurusan perfilman—yang tengah menyelesaikan tugas akhir mereka.
Walau masing-masing terbebani konflik pribadi dan masalah keluarga, mereka bersatu dalam tekad yang sama: lulus kuliah dan membanggakan orang tua. Tugas akhir mereka menuntut pembuatan sebuah film sebagai syarat kelulusan, dan dari sinilah semua kisah dimulai.
Poltak, terinspirasi oleh mimpi ganjil yang terus menghantuinya, mengusulkan untuk mengangkat pengalaman itu menjadi film horor. Ia pun mengajak Tiara, seorang rekan kampus yang anehnya juga muncul dalam mimpi-mimpi mereka, untuk ikut bergabung dalam proyek film tersebut.
Proses produksi yang berlangsung cepat dan melibatkan teman-teman kampus lain tiba-tiba berubah menjadi pengalaman menegangkan. Gangguan mulai muncul: penampakan sosok noni Belanda, suara-suara tak dikenal, dan insiden kerasukan mulai mengganggu jalannya syuting.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika salah satu aktris mereka, Mumun, mengalami kecelakaan serius di lokasi pengambilan gambar. Kejadian ini tidak hanya mengejutkan semua kru, tapi juga mengancam kelangsungan proyek film mereka dan kelulusan yang selama ini diperjuangkan.