Taylor Swift merilis video musik untuk single terbarunya 'The Fate of Ophelia' di YouTube. (Foto: YouTube).
JAKARTA, (ERAKINI) – Taylor Swift kembali memanjakan penggemarnya dengan merilis video musik untuk single terbarunya, ‘The Fate of Ophelia’ pada Minggu (5/10/2025). Lagu ini merupakan nomor andalan dari album studio ke-12 miliknya yang baru saja dirilis, ‘The Life of a Showgirl’.
Video musik ini tak hanya menjadi suguhan visual semata, melainkan juga menjadi bagian dari debut teater eksklusif bertajuk ‘Taylor Swift: The Official Release Party of a Showgirl’, yang diputar perdana dua hari sebelumnya dan sukses besar di box office dengan pendapatan USD33 juta pada akhir pekan pembukaannya.
Swift kembali mengambil peran sebagai sutradara, mempercayakan sisi sinematik kepada Rodrigo Prieto, sinematografer kawakan yang telah tiga kali masuk nominasi Oscar berkat karyanya dalam film seperti ‘Barbie’, ‘Killers of the Flower Moon’, dan ‘Brokeback Mountain’. Keduanya sebelumnya telah bekerja sama dalam beberapa video ikonik Swift, seperti ‘Cardigan’ dan ‘Fortnight.
Video ini digambarkan sebagai karya visual yang berlapis dan penuh fantasi. Kritikus film Angie Han dari The Hollywood Reporter memuji proyek ini sebagai ‘perayaan visual yang memikat’. Ia menjelaskan bahwa video tersebut menampilkan transisi antara berbagai era seni pertunjukan, mulai dari Swift sebagai model dalam lukisan bergaya Pre-Raphaelite à la John Everett Millais, hingga menjadi penari musikal gaya Busby Berkeley, lalu menjelma penyanyi kabaret era 1960-an.
Han menyebut kostum yang dikenakan Swift memesona, set-nya berkelas dan penuh detail, sementara koreografi karya Mandy Moore dinilai tajam dan memukau. Transisi antar adegan dibuat sangat halus, menciptakan pengalaman sinematik yang mengundang penonton untuk menonton ulang berulang kali.
Dirilis secara resmi pada Jumat tengah malam, ‘The Life of a Showgirl’ langsung mencatat sejarah. Album ini berhasil terjual 2,7 juta kopi dalam 24 jam pertama dan memecahkan sejumlah rekor streaming harian di berbagai platform.
Kolaborasi Swift dengan dua produser asal Swedia, Max Martin dan Shellback, turut menjadi daya tarik utama. Album ini memuat 12 lagu, termasuk track ‘Wood’ yang ramai diperbincangkan karena liriknya yang terbuka dan eksplisit.
Taylor Swift sekali lagi membuktikan dirinya bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga seniman visual dan storyteller yang terus bereksperimen dan menantang batas-batas tradisional industri hiburan. Dengan proyek ambisius ini, era Showgirl milik Swift tampaknya baru saja dimulai.