Nama Besar Tom Cruise Tak Ngefek, Film 'Digger' Terancam Rugi Rp4 Triliun
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Nama besar Tom Cruise ternyata tak cukup menyelamatkan film terbarunya, 'Digger', dari keterpurukan di box office. Film komedi gelap bertema lingkungan itu diproyeksikan menelan kerugian hingga US$245 juta atau sekitar Rp4 triliun, setelah penjualan tiketnya merosot 60 persen pada pekan kedua penayangan.
Mengutip laporan Variety, Senin (12/10/2026), Digger berpotensi menjadi salah satu film dengan kegagalan komersial terbesar pada 2026, bahkan masuk dalam daftar film paling merugi sepanjang sejarah perfilman.
Film besutan sutradara Alejandro González Iñárritu itu hanya mampu mengumpulkan US$14,4 juta dari pasar domestik Amerika Utara dan US$35,3 juta secara global hingga akhir pekan kedua. Padahal, film tersebut dibintangi Tom Cruise, salah satu aktor terbesar Hollywood.
Perolehan itu menunjukkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi Warner Bros. untuk menutup biaya produksi dan promosi film tersebut.
Saat debut pada pekan pertama, Digger hanya meraup US$8 juta di Amerika Utara dan US$20 juta secara global. Hasil mengecewakan itu semula membuat Warner Bros. diperkirakan mengalami kerugian US$150 juta hingga US$200 juta dari penayangan bioskop.
Namun, penurunan penjualan tiket sebesar 60 persen pada pekan kedua membuat proyeksi kerugian membengkak menjadi US$245 juta.
Biaya Produksi Membengkak
Kegagalan Digger semakin menyakitkan karena Warner Bros. menggelontorkan dana besar untuk mewujudkan film tersebut.
Awalnya, film ini disetujui dengan anggaran produksi US$125 juta. Namun, proses produksi yang molor membuat biaya membengkak menjadi sekitar US$160 juta hingga US$180 juta.
Warner Bros. juga menghabiskan sekitar US$100 juta untuk pemasaran global. Angka itu belum termasuk biaya kampanye penghargaan yang berpotensi mencapai US$15 juta, terutama jika studio tetap mendorong film tersebut dalam persaingan Oscar.
Buruknya penerimaan film ini bahkan membuat Warner Bros. menjalankan promosi di media sosial yang mendorong penonton untuk menilai sendiri kualitas Digger, menyusul ulasan kritikus yang tidak bersahabat.
Film tersebut mengisahkan seorang taipan minyak kaya yang perusahaannya memicu potensi bencana. Dengan pendekatan satir terhadap persoalan lingkungan, Digger menjadi proyek film orisinal berbiaya besar yang berisiko di tengah persaingan box office Hollywood.
Sejumlah bintang Hollywood, termasuk Anne Hathaway, Jane Fonda, Guillermo del Toro, dan Mandy Patinkin, turut membela film tersebut serta mengajak masyarakat menontonnya di bioskop. Namun, dukungan para pesohor itu belum mampu membendung penurunan penjualan tiket.
Sulit Balik Modal
Variety memperkirakan Digger hanya akan mengakhiri penayangan bioskop dengan pendapatan global sekitar US$50 juta.
Angka itu jauh dari titik impas yang diperkirakan mencapai US$350 juta. Warner Bros. sendiri membantah perhitungan tersebut dan menyebut film itu perlu meraup sekitar US$300 juta untuk mencapai titik impas.
Perhitungan tersebut memperhitungkan bahwa pemilik bioskop biasanya memperoleh sekitar separuh pendapatan penjualan tiket. Dengan demikian, pemasukan kotor box office tidak seluruhnya masuk ke kantong studio.
Kerugian juga berpotensi semakin rumit karena Tom Cruise memiliki kesepakatan yang memungkinkannya menerima bagian pendapatan sebelum studio memulihkan seluruh biaya yang dikeluarkan.
Meski demikian, pendapatan bioskop bukan satu-satunya sumber pemasukan film. Studio masih dapat memperoleh uang dari penjualan hak tayang televisi, layanan berbayar, dan platform streaming. Namun, dengan performa bioskop yang sangat lemah, upaya memulihkan modal diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
Pukulan bagi Warner Bros
Kegagalan Digger menambah tekanan terhadap Warner Bros. yang tengah menghadapi tahun berat di pasar bioskop. Sejumlah film lain, termasuk The Bride dan Supergirl, juga disebut mengalami hasil komersial yang mengecewakan.
Situasi ini kontras dengan pencapaian Warner Bros. pada 2025, ketika sejumlah film seperti Sinners, A Minecraft Movie, dan Weapons berhasil mencatatkan performa box office yang kuat.
Hingga periode laporan tersebut, belum ada film Warner Bros. pada 2026 yang mampu menembus pendapatan US$100 juta di pasar domestik Amerika Utara.
Digger juga menjadi salah satu film terakhir Warner Bros. yang dirilis secara mandiri sebelum proses penggabungan perusahaan dengan Paramount.
Harapan untuk memperbaiki performa box office kini tertuju pada Desember 2026, ketika Dune: Part III garapan Denis Villeneuve, yang dibintangi Timothée Chalamet, Zendaya, dan Robert Pattinson, dijadwalkan tayang.
Bagi Warner Bros., film tersebut menjadi salah satu tumpuan untuk mengakhiri tahun yang penuh tekanan. Sementara bagi Tom Cruise, nasib Digger menjadi pengingat bahwa nama besar bintang, anggaran jumbo, dan dukungan industri Hollywood tidak selalu menjamin kesuksesan di bioskop.


















