Musisi tenor dunia asal Italia Andrea Bocelli bersiap menyapa penggemarnya di Indonesia melalui Romanza 30th Anniversary World Tour pada 2026. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) —Musisi tenor dunia asal Italia Andrea Bocelli bersiap menyapa penggemarnya di Indonesia melalui Romanza 30th Anniversary World Tour pada 2026. Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam rangkaian tur dunia untuk memperingati 30 tahun album Romanza, karya yang turut mengukuhkan namanya di panggung musik internasional.
Bocelli dijadwalkan menggelar konser di dua lokasi, yakni Candi Borobudur, Magelang, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Kehadirannya menjadi salah satu agenda musik internasional yang diperkirakan menarik perhatian penonton dari dalam dan luar negeri.
Tur tersebut menandai tiga dekade perjalanan Romanza, album yang dirilis pada 1997 dan menjadi salah satu karya Bocelli yang paling dikenal secara global. Album itu memuat sejumlah lagu populer, di antaranya "Con te partirò" dan "Vivo per lei".
Dari Lajatico Menuju Panggung Dunia
Dirangkum Erakini, Jumat (21/8/2026), Andrea Bocelli lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 1958. Ia dikenal sebagai salah satu tenor paling populer di dunia dan telah membangun karier panjang yang menjembatani musik klasik dan pop.
Bocelli mengalami kebutaan sejak usia 12 tahun. Kondisi tersebut berkaitan dengan glaukoma bawaan yang dideritanya serta cedera kepala yang dialaminya ketika bermain sepak bola sebagai penjaga gawang.
Meski demikian, keterbatasan penglihatan tidak menghalangi langkahnya di dunia musik. Sebelum sepenuhnya menekuni karier sebagai penyanyi, Bocelli menempuh pendidikan hukum di Universitas Pisa dan memperoleh gelar sarjana hukum.
Pada akhir 1980-an, ia mulai tampil sebagai penyanyi di sejumlah bar piano di Italia. Karier profesionalnya kemudian mendapat momentum penting pada 1993 setelah seorang pencari bakat mendengar Bocelli bernyanyi dalam sebuah pesta dan membawanya menuju kontrak rekaman.
Sejak saat itu, perjalanan Bocelli berkembang pesat. Suara khasnya membawanya berkolaborasi dengan sejumlah nama besar di dunia musik, sekaligus tampil di berbagai panggung bergengsi.
Berduet dengan Pavarotti hingga Celine Dion
Sepanjang kariernya, Bocelli telah berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi ternama. Ia pernah bekerja sama dengan tenor legendaris Luciano Pavarotti dan penyanyi Inggris Sarah Brightman. Bocelli juga pernah mendapat kesempatan bernyanyi untuk Paus.
Salah satu karya yang paling melekat dengan namanya adalah "Con te partirò", yang kemudian dikenal luas melalui versi duet "Time to Say Goodbye" bersama Sarah Brightman. Lagu tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam popularitas Bocelli di tingkat internasional.
Selain itu, Bocelli dikenal melalui lagu "Vivo per lei", yang secara harfiah berarti "Aku hidup untuknya". Lagu tersebut hadir dalam berbagai versi bahasa dan mempertemukan Bocelli dengan sejumlah penyanyi dari berbagai negara.
Ia membawakan versi bahasa Italia dan Spanyol, sementara sejumlah versi lainnya mempertemukannya dengan Helene Segara, Marta Sánchez, Sandy, dan Judy Weiss. Bocelli juga berkolaborasi dengan Celine Dion melalui lagu "The Prayer".
Keluarga dan Kehidupan Pribadi
Di luar panggung, Bocelli juga menjalani kehidupan keluarga. Ia bertemu dengan Enrica Cenzatti pada 1987 dan keduanya menikah pada 1992. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua putra, Amos, yang lahir pada 22 Februari 1995, dan Matteo, yang lahir pada 8 Oktober 1997.
Kini, setelah lebih dari tiga dekade berkarier, Bocelli terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu penyanyi tenor paling dikenal di dunia.
Kedatangannya ke Indonesia melalui Romanza 30th Anniversary World Tour menjadi kesempatan bagi penonton untuk menyaksikan langsung perjalanan musikal seorang penyanyi yang berhasil membawa musik lintas genre dan bahasa ke panggung global.