Potret grup band Koes Plus dengan formasi dari kiri ke kanan Murry, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Yok Koeswoyo. (Foto: Instagram/ Koes Plus Indonesia)
JAKARTA, (ERAKINI) – Berbicara tentang grup musik Indonesia tak afdal rasanya jika tidak menyebut grup bandKoes Plus. Band yang bermula dari satu keluarga asal Tuban, Jawa Timur ini temasuk yang paling populer di tahun 60-an.
Koes Plus pun telah melahirkan karya lagu-lagu sepanjang masa yang sampai sekarang masih hidup baik nada, nuansa maupun iramanya. Penobatan kata ‘’ untuk pun barangkali sudah melekat abadi di diri para Indonesia, bahkan hingga lintas generasi.
Tak hanya itu, untuk kalangan umum yang bukan musisi pun, lagu-lagu karya Koes Plus mungkin sudah tak asing lagi di telinga mereka. Hanya saja, kadang kala ada masyarakat yang tidak menyangka bahwa lagu tersebut ternyata adalah ciptaan Koes Plus.
Erakini pada kesempatan kali ini akan sedikit mengulas mengenai awal mula bandKoes Plus terbentuk hingga sejumlah karya lagu-lagunya yang populer dan fenomenal bahkan hingga saat ini.
Asal Mula Koes Plus BandKoes Plus awalnya bernama Koes Bersaudara di mana semua personelnya adalah dari keluarga Koeswoyo yang memang sedari anak-anak sudah begitu lekat dengan musik, yaitu terdiri atas Tonny Koeswoyo (Keyboard, Guitar, Vokal), Yon Koeswoyo (Vokal, Guitar), Yok Koeswoyo (Guitar, Vokal), Djon Koeswoyo (Bass) dan Nomo Koeswoyo (Drum).
Sekitar tahun 1962, Koes Bersaudara yang dinakhodai Tonny Koeswoyo mengawali perjalanan karier musiknya dengan membawakan lagu-lagu barat karena grup musik barat saat itu memang sedang marak-maraknya. Tonny pun kemudian mulai menciptakan lagu sendiri menggunakan bahasa Indonesia di antaranya ‘Weni’ dan ‘Terpesona’.
Dua lagu itu direkam sendiri oleh kakak Tonny, Djon Koeswoyo dan kemudian dikirim lah ke perusahaan rekaman PT Irama. Saat itu lah, Koes Bersaudara diberi kesempatan untuk menciptakan lagu hingga menuai pujian dari Jack Lesmana, pemilik perusahaan rekaman.
Koes Bersaudara kemudian pada tahun 1963 mengeluarkan piringan hitam berisikan lagu-lagu yang sangat populer hingga saat ini, seperti ‘Bis Sekolah’, ‘Angin Laut’, ‘Senja’, ’Telaga Sunyi’, ‘Dewi Rindu’ dan lainnya dan disiarkan di berbagai siaran radio baik dalam negeri maupun luar negeri.
Ketika grup musik asal Inggris, The Beatles semakin menarik perhatian para pencinta musik, Koes Bersaudara pun mengikuti gaya The Beatles. Bahkan, beberapa lagu mereka terinspirasi dari Beatles seperti ‘Diana’, ‘Termenung Lesu’, dan ‘Pemain Kecapi’.
Pada tahun 1965, Koes Bersaudara pun sering tampil di beberapa panggung hiburan dan menjadi band terpopuler kala itu.
Pada tahun 1968, sebagaimana dilansir dari akun instagram @koesplus.indonesia, Koes Bersaudara akhirnya bubar. Nomo (drum) dan Yok Koeswoyo (bass) memutuskan untuk keluar. Nomo saat itu ingin mendalami dunia bisnis. Dalam kondisi itu, Tonny Koeswoyo pun harus mencari orang untuk menggantikan posisi drummer dan bass.
Akhirnya, terpilihlah Kasmuri alias Murry sebagai drummer dan Totok Adji Rahman sebagai bassis Koes Plus. Kemudian nama Koes Plus tercetus karena Tonny Koeswoyo melihat Baliho iklan obat sakit kepala APC Plus, ide Tonny mengambil kata "PLUS nya" di gabungkan dengan Kata KOES.
Koes artinya Koes Bersaudara (Tonny & Yon) Plus artinya ditambah orang luar (Totok AR & Murry). Pada 1 November 1969 melalui Melody Records, Koes Plus berhasil merilis Album Volume pertama berjudul "Dheg Dheg Plas" dalam bentuk vinyl.
Meski berubah nama menjadi Koes Plus, jenis musik yang dilahirkannya tak jauh berbeda dari Koes Bersaudara di mana lagu-lagunya begitu ringan di telinga, lirik yang relevan dengan kehidupan yang kemudian populer di semua kalangan, bahkan hingga saat ini.
Kekayaan musik yang dilahirkan Koes Plus sudah tak perlu ditanyakan lagi karena nuansa genre mereka beragam dan komplet seperti adanya pop, bossa nova, keroncong hingga blues.
Dalam perjalanan kariernya, posisi personel Koes Plus sempat berganti beberapa kali hingga akhirnya publik akrab dengan formasi berikut ini:
- Koestono atau Tonny Koeswoyo (Vokal, Gitar, Keboard,)
- Koesjono atau Yon Koeswoyo (Vokal, Gitar),
- Koesrojo atau Yok Koeswoyo (Vokal, Bass),
- Kasmuri atau Murry (Drum).
Di kesempatan selanjutnya, Erakini akan membahas satu per-satu personel Koes Plus dari sisi latar belakang hingga perjalanan karier mereka, karena masing-masing personel punya andil besar di Koes Plus dengan lagu-lagu ciptaan mereka dengan segala karakternya.
Kepopuleran Koes Plus
"Dheg Dheg Plas" menjadi nama album pertama yang dirilis oleh Koes Pluspada 1 November 1969 di bawah label Melody yang kemudian sukses besar di pasaran dan langsung mengangkat nama Koes Plus sebagai grup musik legendaris papan atas Indonesia.
Album ini mencetak sejumlah hits termasuk ‘Tjintamu Telah Berlalu’ (Cintamu Telah Berlalu), ‘Kelelawar’, ‘Derita’, ‘Tiba Tiba Aku Menangis’, ‘Manis dan Sajang’ (Manis dan Sayang), ‘Dheg Dheg Plas’ dan ‘Kembali ke Djakarta’ (Kembali ke Jakarta).
Album tersebut meledak dipasaran saat itu berkat lagu 'Tjintamu Telah Berlalu (Cintamu Telah Berlalu)'. Bahkan, album ini menempati urutan ke-4 dalam 150 Album Indonesia Terbaik Majalah Rolling Stones Indonesia edisi ke-32 Desember 2007.
Setahun kemudian tepatnya 27 Desember 1970, Koes Plus merilis album kedua bertajuk Koes Plus Volume 2 di bawah label Mesra dengan sejumlah lagu yang berhasil hits sampai saat ini, yaitu ‘Kisah Sedih di Hari Minggu’, ‘Hidup yang Sepi’ dan ‘Andaikan Kau Datang’.
Album kedua ini disebut-sebut sebagai pangkal meledaknya grup Koes Plus dan lagi-lagi masuk dalam 150 Album Indonesia terbaik versi Majalah Rolling Stones edisi 32 di urutan ke-21. Sejak saat itu lah, lagu-lagu karya Koes Plus menggelagar di mana-mana.
“Wah, dulu Koes Plus itu rajanya band di Indonesia. Betul-betul meledak ke mana-mana. Saya enggak aman, keluar ke mana-mana dirubung [dikerumuni]. Saya kira enggak ada artis Indonesia kayak Koes Plus. Sekarang artis jalan-jalan, aman. Akhirnya, saya jarang keluar karena tahu bakal dirubung,” kata Yon Koeswoyo dalam wawancaranya bersama Budi Setiyono dikutip dari liputan sastrawi Majalah Pantau 2001 berjudul ‘Ngak-Ngik-Ngok’.
Pada tahun 2005, Koes Plus meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) dan dinobatkan sebagai grup musiklegendaTanah Air. Salah satu personelnya Yon Koeswoyo, juga mendapatkan penghargaan individu dalam gelaran AMI edisi ke-9 tersebut yaitu sebagai Artis Solo Pria Terbaik, bersanding dengan empat penyanyi solo yang tenar era 2000-an seperti Ello, Katon Bagaskara, dan Marcell.
Tak hanya itu, pada tahun 2008, Koes Plus pun mulai melegenda di mana Majalah Rolling Stone Indonesia menobatkannya sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa.
Karya Sepanjang Masa
Berbicara tentang Koes Bersaudara, Koes Plus dan lagu-lagu hitsnya memang tak ada habisnya. Pengaruh mereka begitu kuat pada peta musik industri di Tanah Air. Tak berlebihan jika menyebut bahwa cikal bakal dari aliran-aliran musik yang ada saat ini adalah berawal ini karya-karyanya mereka dengan kekuatan dari melodi-melodinya yang sederhana namun begitu abadi. Demikian disampaikan komposer Indonesia Erwin Gutawa.
“Koes Plus dan Koes Bersaudara, grup band yang sangat berpengaruh pada peta musik industri di tanah air. Karya-karyanya menjadi cikal bakal dari aliran-aliran musik yang ada saat ini. Mengandung dimensi yang begitu luas dan transparen, dapat diterjemahkan dalam berbagai aliran musik yang ada. Kekuatan dari melodi-melodinya yang sederhana begitu abadi sehingga mampu menembus ruang dan waktu,” kata Erwin Gutawa dikutip dari akun instagram @koesplus.indonesia.
Erwin Gutawa pun kemudian pada tahun 2024 membuat proyek Salute to Koes Plus/Bersaudara yang digarap dengan melibatkan 17 penyanyi dan 177 musisi, terdiri dari 62 musisi lokal dan 115 dari luar negeri, termasuk The Victorian Philharmonic Orchestra dan The Australian Concert Orchestra.
Selain itu ada Andi (Rif), Duta dan Eross (Shelia On 7), Kikan (Cokelat), Fadly (Padi), Syaharani, Ruth Sahanaya, Audy, Armand Maulana dan Dewa Bujana (GIGI), Eet Syahrani, Rio Febrian, Glenn Fredly dan gitaris Jopie Item yang juga ayah Audy.
Berikut lagu-lagu Koes Plus yang digubah ulang dan hits hingga saat ini!
1. Lagu ‘Andaikan Kau Datang’ oleh Ruth Sahanaya
Lagu ‘Andaikan Kau Datang’ adalah karya Koes Plus yang ditulis oleh Tonny Koeswoyo dan dirilis pada tahun 1970. Bersama Erwin Gutawa, Ruth Sahanaya menggubah lagu tersebut pada 2004 dalam proyek Salute to Koes Plus-Bersaudara.
2. Lagu ‘Bunga di Tepi Jalan’ oleh Duta (Shela On 7)
Lagu pop ‘Bunga di Tepi Jalan’ yang ditulis oleh Yon Koeswoyo dan dirilis Koes Plus pada 1978 ini dinyanyikan ulang Duta 'Sheila on 7' pada 2004 dan termaktub dalam album Salute to Koes Plus/Bersaudara yang dipersembahan oleh Erwin Gutawa.
3. Lagu ‘Dara Manisku’ oleh Chrisye
Lagu berjudul ‘Dara Manisku’ ditulis Tonny Koeswoyo yang dirilis pada tahun 1962. Kemudian, pada 40 tahun setelahnya atau 2002, Chrisye menggubah lagu ‘Dara Manisku’ dan dimasukkan ke dalam album yang berisi banyak hit termasuk lagu tersebut.
4. Lagu ‘Kisah Sedih di Hari Minggu’ oleh Marshanda
Lagu ‘Kisah Sedih di Hari Minggu’ ditulis oleh Tonny Koeswoyo dan masuk di album Koes Plus Volume 2 pada tahun 1970. Lagu itu kemudian dinyanyikan ulang oleh Marshanda pada tahun 2004 dan menjadi original sound track (ost) sinetron berjudul ‘Kisah Sedih di Hari Minggu’.
5. Lagu ‘Manis dan Sayang’ oleh Andi (Rif)
Lagu ‘Manis dan Sayang’ ditulis oleh Tonny Koeswoyo yang termaktub dalam album Koes Plus ‘Dheg Dheg Plas’ dan dirilis pada 1969. Andi (Rif) kemudian menyanyikan ulang lagu tersebut yang digubah oleh Erwin Gutawa pada 2004 dengan versi rock dan masuk dalam album Salute to Koes Plus/Bersaudara.
6. Lagu ‘Jemu’ oleh Armand Maulana (Gigi)
Lagu andalan Koes Plus lainnya yaitu ‘Jemu’ yang ditulis oleh Yok Koeswoyo. Lagu ini masuk di album In Hard Beat dan dirilis pada tahun 1976. Lagu ini dinobatkan sebagai satu dari 150 Lagu Terbaik Indonesia Sepanjang Masa versi Majalah Rolling Stone Indonesia. Pada tahun 2004, Arman Maulana (Gigi) menyanyikan ulang lagu tersebut yang digubah oleh Erwin Gutawa pada 2004 dengan versi rock dan masuk dalam album Salute to Koes Plus/Bersaudara.
Itu lah segelintir lagu Koes Plus yang Erakini deskripsikan. Pastinya masih banyak lagi lagu-lagu Koes Plus lainnya yang tentu hits sepanjang masa lainnya termasuk lagu ‘Kolam Susu’, ‘Desember’, ‘Diana’, ‘Why Do You Love Me’, ‘Bujangan’, ‘Bis Sekolah’, ‘Kapan-kapan’, ‘Buat Apa Susah’, ‘Telaga Sunyi’ dan masih banyak lagi.