Kehadiran Yovie Widianto di Kertanegara pada Selasa (15/10/2024) sore saat Presiden Terpilih Prabowo Subianto memanggil calon kepala badan dan calon wakil menteri, cukup mengajutkan. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Kehadiran Yovie Widianto di Kertanegara pada Selasa (15/10/2024) sore saat Presiden Terpilih Prabowo Subianto memanggil calon kepala badan dan calon wakil menteri, cukup mengajutkan. Pasalnya, Yovie selama ini dikenal sebagai musisi.
Seusai menemui Prabowo, Yovie mengungkapkan diminta untuk berkontribusi pada bidang ekonomi kreatif. Tugas ini dipercayakan Prabowo karena pengalaman panjangnya di dunia kreatif.
"Diminta membantu di bidang ekonomi kreatif. Jadi, mungkin lebih ke mana arahan tentang industri kreatif ke depannya. Entah strategi dan sebagainya," ujar Yovie.
Hanya, Yovie menegaskan tidak ditugaskan sebagai calon wakil menteri maupun calon kepala badan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Yovie mengaku perannya lebih sebagai staf yang memberikan masukan kepada Presiden.
“Saya mungkin lebih pada staf yang melekat kepada Presiden untuk memberikan masukan,” ungkap Yovie.
Dengan pengalaman selama 40 tahun di industri kreatif, Yovie percaya dapat membantu pemerintahan dalam pemberdayaan ekonomi kreatif. “Saya sudah tahu bagaimana parameter negara-negara sahabat kita, seperti Singapura dan Korea. Mungkin ini bisa mempercepat pemberdayaan ini,” jelasnya.
Lalu seperti apa sosok Yovie Widianto? Berikut ini profilnya.
Yovie Widianto lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 21 Januari 1986. Yovie merupakan pendiri dan pemimpin grup musik Kahitna. Selain Kahitna, ia juga terlibat dalam grup lain seperti Yovie & Nuno dan 5 Romeo, sehingga menjadikannya salah satu musisi paling berpengaruh di Indonesia.
Yovie menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran Bandung dan meraih gelar sarjana Hubungan Internasional. Namun, Sejak kecil Yovie sudah dekat dengan dunia musik, berkat pengaruh ayahnya yang menyukai musik. Pada usia 5 tahun, ia mulai mengenal musik jazz melalui pamannya, Hasbullah Ridwan, seorang komposer dan musisi senior.
Bakat musiknya tumbuh ketika bermain band di SMP bersama Ruth Sahanaya dan Trie Utami. Cikal bakal Kahitna dimulai pada 1983 dengan nama Coops Rhythm Section, kemudian berganti nama menjadi Indonesia 6 pada 1986.
Selama periode ini, Yovie meraih berbagai penghargaan, seperti juara festival jaz remaja se-Jawa Barat. Pada 24 Juni 1986, grup ini resmi menjadi Kahitna dan merilis album pertama mereka, "Cinta," pada 1994.
Sejak saat itu, Kahitna telah merilis sejumlah album populer, termasuk "Cantik" (1996), "Sampai Nanti" (1998), "Permaisuriku" (2000), dan "Rahasia Cinta" (2016).
Kahitna meraih prestasi sebagai Grand Prix Winner di Band Explosion 1987 dan di Tokyo pada 1991. Pada 2000, Yovie merilis album solo "Kumpulan Karya Terbaik Yovie Widianto," diikuti oleh "A Portrait of Yovie" (2005) dan "Kemenangan Hati" (2007).
Selain Kahitna, Yovie mendirikan grup Yovie & Nuno pada 2001, yang memberikan ruang untuk eksplorasi kreatif lebih lanjut. Setelah 18 tahun berkarya bersama Yovie & Nuno, ia memutuskan untuk keluar pada 2019, meskipun tetap terlibat sebagai produser di balik layar.
Dengan berbagai karya musik dan film yang dihasilkan, serta torehan penghargaan, Yovie telah menjadi sosok yang dihormati sebagai musikus, komponis, penulis lagu, dan produser rekaman di Indonesia. Keberhasilannya menciptakan melodi yang menyentuh hati menjadikannya salah satu ikon musik Indonesia.