JAKARTA, (ERAKINI) - Sebentar lagi umat Islam akan menyambut bulan suci Ramadan 1446 H. Pada bulan ini, seluruh umat Islam yang sudah memenuhi syarat diwajibkan untuk berpuasa. Pahala orang yang melakukan kebaikan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan. Bahkan, Allah swt telah menegaskan bahwa pahalapuasa Ramadan akan dibalas langsung oleh-Nya.
Penjelasan ini sebagaimana hadis qudsi bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ta’ala berfirman [yang artinya]: Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya,” (H.R. Muslim)
Sementara itu, mantan Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai MN Harisudin mengatakan bahwa ciri pahala puasa seorang Muslim diterima diketahui dari peningkatan kebaikan seorang Muslim yang bersangkutan.
“Kalau setelah Ramadhan ini tambah baik, maka itu indikasi puasanya diterima. Misalnya, dia tambah rajin bersedekah, tambah rajin ke masjid, tambah sayang kepada keluarga, dan seterusnya. Ini indikasi kalau puasanya diterima Allah SWT,” katanya seperti dilansir dari NU Online, Rabu (26/2/2025).
Pendapat Kiai Harisudin ini didasarkan pada pandangan Ibnu Athaillah As-Iskandari dalam Kitab Al-Hikam “Man wajada tsamrata amalihi ajilan fahuwa dalilun ala qabulihi ‘ajilan.” Artinya, “Barangsiapa mendapatkan buah amalnya di dunia, maka itu menjadi petunjuk diterima amalnya di akhirat.
Sebagai umat Islam yang baik, sudah seyogianya mengisi Ramadan dengan kegiatan-kegiatan sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Amalan-amalan ini setidaknya dapat mendorong puasa kita diterima oleh Allah swt.
Dilansir dari NU Online, berikut ini 10 amalan yang bisa dilakukan umat Islam saat bulan Ramadan.
Pertama, melaksanakan sahur
Selain sebagai suplai tenaga di siang hari pada bulan Ramadhan, sahur juga menjadi salah satu amalan sunah di bulan Ramadhan, lebih dianjurkan untuk diakhirkan selama tidak sampai masuk waktu yang diragukan: apakah masih malam atau sudah terbit fajar.
Artinya, “Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka,” (HR Ahmad).
Kedua, menyegerakan berbuka puasa
Hendaknya orang berpuasa untuk segera berbuka begitu waktu maghrib tiba. Selain itu, berbuka lebih dianjurkan untuk memakan kurma, atau jika tidak ada maka bisa dengan air putih biasa.
Mandi besar dari junub, haid, atau nifas sebelum terbit fajar agar bisa menunaikan ibadah dalam keadaan suci, di samping khawatir masuk air ke mulut, telinga, anus, dan sebagainya jika mandi setelah fajar.
Kelima, menjaga ucapan
Menjaga ucapan dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat, terlebih jika bisa menimbulkan dosa. Sebab, hal itu bisa mengurangi pahala puasa.
Keenam, menghindari hal-hal yang tidak sejalan dengan hikmah puasa
Kendati tidak membatalkan puasa, umat Islam dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang tidak sejalan dengan hikmah puasa, seperti berbuka puasa sampai perut menjadi kekenyangan atau melakukan sesuatu yang bertujuan untuk memuaskan nafsu.
Ketujuh, memperbanyak sedekah
Orang yang berpuasa handaknya memperbanyak sedekah kepada sesama, terutama sedekah makanan atau minuman untuk berbuka puasa. Sebab, orang yang memberi makanan atau minuman untuk orang berpuasa mendapat pahala yang setimpal dengan pahala puasa orang yang disedekahi.
Kedelapan, memperbanyak i’tikaf di masjid
Sebaiknya i’tikaf dilakukan selama satu bulan penuh, tapi jika tidak bisa maka diutamakan sepuluh hari terakhirnya saja karena pada hari-hari itu terdapat malam Lailatul Qadar.
Kesembilan, memperbanyak membaca Al-Qur’an
Paling tidak bisa mengkhatamkan satu kali dalam satu bulan Ramadhan. Semakin banyak khatam semakin baik sebagaimana dianjurkan oleh banyak ulama.
Kesepuluh, konsisten dalam menjalankan ibadah
Konsisten dalam menjalankan ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan. Artinya, semua amalan sunnah yang dilakukan di bulan ini tidak putus setelah Ramadhan selesai