Kemenag Ungkap Pentingnya Menjaga Lisan di Era Digital
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Tim Umum dan Perpustakaan Balai Litbang Kementerian Agama (Kemenag) Makassar, A. Hijaz Mukhtar, mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan berbicara dengan bijak, terutama di era digital yang semakin pesat. Menurutnya, tidak semua situasi menuntut seseorang untuk berbicara, dan ada saatnya lebih baik untuk diam.
"Allah Subhanahu wa Ta'ala mengajarkan kita untuk berbicara dengan bijak. Di zaman sekarang, banyak situasi yang menuntut kita berbicara, tetapi tentu saja kita tidak bisa sembarangan. Ada saatnya kita harus berbicara, dan ada pula saatnya kita harus diam," katanya seperti dikutip dari tayangan youtube erakini, Sabtu (22/3/2025) malam.
Ia mengutip sabda Rasulullah ﷺ: "Barang siapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." Menurutnya, diam yang terpuji adalah menahan diri dari perkataan yang tidak baik, seperti berkata kasar atau membahas hal-hal yang tidak bermanfaat.
Keutamaan Diam
Hijaz menjelaskan bahwa diam sering disebut sebagai "emas" karena dapat membawa kebaikan dan menyelamatkan seseorang dari kesalahan dalam berbicara. Apalagi di era digital saat ini, di mana media sosial memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk berpendapat, penting untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu.
"Sangat mudah bagi kita untuk terpancing berkomentar, baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, di bulan suci Ramadan ini, hendaknya kita melatih diri untuk tidak membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat," tuturnya.
















