Perjuangan luar biasa ditempuh Hendy, pemuda asal Sumedang, Jawa Barat, yang kini tinggal di Cikarang, Bekasi, demi bisa menunaikan ibadah umrah. Foto: Instagram/@hendy17cs
JAKARTA, (ERAKINI) - Perjuangan luar biasa ditempuh Hendy, pemuda asal Sumedang, Jawa Barat, yang kini tinggal di Cikarang, Bekasi, demi bisa menunaikan ibadah umrah. Ia menempuh perjalanan panjang dari Indonesia menuju Mekkah, Arab Saudi, selama sembilan bulan, dengan berjalan kaki.
Yang membuat kisah perjalanan Hendy ini semakin haru adalah ia memulai langkahnya hanya bermodalkan Rp50 ribu. Selama sembilan bulan, ia berjalan kaki menempuh ribuan mil, melewati tujuh negara, menghadapi panas terik, dingin menusuk, hingga wilayah konflik.
Perjalanan Hendy dimulai pada 12 November 2024 dari Cikarang bersama sahabatnya, Dani. Namun, di Thailand, Dani harus menghentikan langkah karena kendala visa, membuat Hendy harus melanjutkan perjalanan seorang diri.
“Semua ini demi kecintaan saya kepada Allah dan keinginan untuk beribadah di Baitullah,” tulis Hendy melalui akun TikTok-nya @hendycs17, yang rutin membagikan momen perjalanannya, dikutip Minggu (10/8/2025).
Ia pun menempur perjalanan jalur darat yang pasti melelahkan. Ia melalui tujuh negara demi niat sucinya itu, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, India, Pakistan, hingga akhirnya tiba di Arab Saudi.
Selama perjalanan tak jarang Hendy terpaksa tidur di pinggir jalan, berjuang menghadapi lapar, cuaca ekstrem, dan ketidakpastian. Lantas bagaimana Hendy mampu bertahan hidup dan melanjutkan perjalanan panjang itu?
Selama perjalanan Hendy rutin membagikan kabar lewat live streaming di TikTok dan Instagram. Berkat itu, dukungan dari warganet pun terus mengalir, baik berupa doa maupun bantuan materi dan gift. Di beberapa negara ia juga mendapat bantuan dari komunitas lokal.
Puncak dari perjalanan Hendy ini terjadi pada Minggu, 3 Agustus 2025. Ia menginjakkan kaki di Tanah Suci. Dalam vidio tampak Hendy langsung sujud syukur. Ia juga tampak mengenakan pakaian ihram dengan berlinang air mata di depan Ka'bah.
Momen haru berlanjut ketika ia melakukan video call dengan keluarganya di Sumedang. Dalam rekaman yang kini viral di media sosial, ayah, ibu, dan saudara perempuannya, juga tampak menangis haru.
“Kamu di mana? Kamu di rumah Allah?” tanya sang ayah dengan suara bergetar, tak kuasa menyembunyikan kebanggaannya.
Ayah Hendy tak henti mengucapkan takbir melihat anaknya itu berhasil mencapai Tanah Suci. “Allahu Akbar, kamu sekarang ada di rumah Allah, Hendy,” kata sang ayah.
Bagi keluarganya, ini bukan sekadar pencapaian, tetapi mukjizat dari tekad yang dibalut doa. Mereka tahu betul, anaknya berangkat hanya dengan uang Rp50 ribu dan keberanian untuk menuju Mekkah.
Kisah Hendy inipun kini menjadi inspirasi banyak orang. Lebih dari sekadar perjalanan ribuan mil, ini adalah cerita tentang keteguhan hati, pengorbanan, dan keyakinan yang mengantarnya ke Baitullah.