Mengenal Zakat Fitrah, Syarat dan Golongan Penerimanya
Riduwan
ZAKAT merupakan rukun Islam yang wajib dikerjakan umat Islam, termasuk di dalamnya Zakat Fitrah. Zakat ini wajib dikeluarkan dalam setiap tahun, ketika Bulan Ramadhan tiba. Dan telah diwajibkan oleh nabi pertama kali pada tahun kedua dari hijrahnya, tepatnya dua hari sebelum dilaksanakannya hari raya Idul Fitri.
Pasalnya, Zakat Fitrah menjadi penyempurna puasa Ramadhan. Sebagimana dijelaskan oleh Syekh Zakaria al-Anshari dalam kitab Hasyiyah Jamal alal Minhaj, disebutkan:
وأخرج ابن شاهين في ترغيبه والضياء عن جرير (شَهْرُ رَمَضَانَ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلاَ يُرْفَعُ إلَى اللهِ إلاَّ بِزَكَاةِ الفِطْرِ)
Artinya, “Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dalam kitab Targhib wad Dhiya’ dari sahabat Jarir: (puasa pada) bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah kecuali dengan zakat fitrah.”
Zakat Fitrah dilakukan sejak awal Ramadhan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. Adapun syarat seseorang menunaikan Zakat Fitrah sebagai berikut:
1. Beragama Islam,
2. Hidup pada saat Bulan Ramadhan,
3. Memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri.
Adapun ketentuan besaran zakat yang harus dibayarkan berupa beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Namun di samping itu, beberapa ulama, di antaranya Shaikh Yusuf Qardawi telah membolehkan dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha’ gandum, kurma atau beras. Dan nominal yang ditunaikan dalam bentuk uang, menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.

















