Tiga Alasan Disunnahkan Sarapan Sebelum Shalat Idul Fitri
Abdul Rahman Ahdori
Ada beberapa kesunahan yang bisa diamalkan oleh umat Islam ketika Idul Fitri. Beberapa sunnah menyambut dan mengisi Idul Fitri antara lain makan sebelum shalat Idul Fitri, memakai pakaian terbaik, dan memakai wewangian.
Beberapa umat Islam bertanya soal penjelasan kesunnahan makan sebelum shalat Idul Fitri. Berikut ini penjelasan soal kesunnahan makan sebelum shalat Idul Fitri menurut para ulama seperti dikutip erakini dari NU Online, sebagai berikut:
Pertama, alasan kesunnahan makan sebelum shalat Idul Fitri antara lain adalah itbaan li Rasulillahi shallallahu alaihi wasallam yaitu mengikuti Nabi Muhammad saw. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Buraidah “Kaana nabiyyu shallallahu alaihi wasallam la yahruju yaumal fitri hatta hafana wa yauma nahri la yakula hatta yar jia fayakun min nasikatihia”
Menurut hadist tersebut, nabi Muhammad saw sepanjang hidupnya tidak pernah keluar untuk shalat Idul Fitri sehingga sarapan dulu, dan tidak akan pernah keluar untuk shalat Idul Adha kecuali beliau belum sarapan terlebih dulu.
Kedua, sebagai penegasan bahwa semua amal shaleh sebaiknya dilakukan di momen Idul Fitri, tidak terkecuali sarapan, memberikan haknya kepada perut setelah berpuasa selama 1 bulan penuh. Berbeda dengan Idul Adha, disunnahkan tidak makan dulu kecuali nanti setelah shalat. Alasannya karena penyembelihan hewan kurban tidak dilaksanakan sebelum shalat Idul Adha tetapi setelahnya.















