Tak Hanya Dipakai Santri, Wamenag Sebut Sarung Kini Digunakan Pejabat Negara
Abdul Rahman Ahdori
SURABAYA, (ERAKINI)-Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI H Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, di era modern seperti saat ini, sarung tidak hanya digunakan oleh santri atau kiai. Sebaliknya, sarung kini digunakan oleh semua kalangan masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali para pejabat negara, bahkan presiden dan wakil presiden RI.
Wamenag Dasuki mengatakan, orang yang menggunakan sarung pada era dulu dianggap terbelakang dan tradisionalis. Berbalik seratus 180 derajat dengan kondisi saat ini, dimana para pejabat negara menggunakannya di acara-acara kenegaraan.
“Santri disebut kaum sarungan, kelompok yang dianggap kolot terbelakang dan tradisional. Tetapi hari ini, banyak pejabat-pejabat yang gunakan sarung di acara kenegaraan. Artinya dulu dianggap tradisional, hari ini bagian dari sesuatu yang tidak terlepas dan yang digunakan seorang pejabat negara, bahkan presiden dan wakil presiden sering menggunakan sarung di istana,” kata Wamenag RI H Saiful Rahmat Dasuki saat menyampaikan sambutan pada acara Sarung Santri Nusantara di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (21/10/2023) malam.
Wamenag menuturkan bahwa sarung merupakan salah satu bagian dari ciri bangsa Indonesia. Di sisi yang lain, sarung di sejumlah negara seperti India juga digunakan oleh masyarakatnya yang beragama Hindu. Kemudian, juga digunakan oleh kelompok agama Budha di Myanmar dan beberapa negara lain. Hal ini menunjukan bahwa sangat adaptif dengan budaya lokal dan perkembangan keagamaan.


















