Awas! Ini Bahaya Ghibahin Teman Menurut Islam
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Membicarakan teman di belakang sering dianggap hal biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam pandangan Islam, perilaku ini termasuk dalam perbuatan ghibah yang sangat dilarang oleh Allah SWT.
Secara sosial, gosip atau ghibah kerap muncul karena berbagai alasan. Beberapa orang melakukannya untuk mencari hiburan, melampiaskan rasa tidak suka, atau sekadar mempererat hubungan dengan orang lain. Sebagian lainnya bergosip karena ingin berbagi informasi atau mencurahkan isi hati.
Namun, apa pun alasannya, membicarakan keburukan orang lain tetap tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT dengan tegas melarang perbuatan ghibah sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

















