Pertama Kali Diterapkan, Kemenag Sukses Gelar Murur bagi Jemaah Haji 2024
Abdul Rahman Ahdori
MAKKAH, (ERAKINI) - Skema murur (melintas) pertama kali diterapkan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengatur pergerakan jemaah haji Indonesia 2024 dari Arafah menuju Mina.
Menteri Agama (Menag) RI H Yaqut Cholil Qoumas melihat skema tersebut berjalan cukup efektif. Dia optimistis, kebijakan ini dapat diimplementasi dengan baik di lapangan.
"Tadi saya mengunjungi beberapa maktab untuk memastikan skema murur dapat berjalan dengan baik. Alhamdulillah yang saya lihat relatif tertib. InsyaAllah lancar," ujar Menag Yaqut usai meninjau persiapan murur di Maktab 98 Arafah, pada Sabtu (15/6/2024) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi.
Dalam kesempatan itu, Menag Yaqut menyaksikan langsung jemaah lansia, jemaah risti, jemaah disabilitas mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas.
"Bus yang untuk mengangkut jemaah untuk mururnya juga sudah mulai berdatangan, dan sebagian sudah naik untuk kita mururkan," tutur pria yang akrab disapa Gus Men ini.
Diketahui, Kemenag memutuskan menggunakan skema murur untuk menjaga keselamatan jiwa jemaah haji atas potensi kepadatan di tengah terbatasnya area Muzdalifah.
Mabit di Muzdalifah dengan cara murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.
Pemerintah menargetkan 55 ribu jemaah mengikuti skema murur ini dalam pergerakan ibadah hajinya. "Kita akan mulai berangkatkan jemaah murur keluar Arafah sekitar pukul 19:00 WAS atau setelah magrib, sampai jam setengah 11 malam," tuturnya.
Tepat Waktu
















