Polri Buka Suara Soal Rektor di Semarang Diminta Polisi Buat Pernyataan Terkait Kepemimpinan Jokowi
Abdul Rahman Ahdori
BOGOR, (ERAKINI) - Beredar kabar rektor di Semarang dihubungin polisi untuk membuat pernyataan sikap terkait kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin. Bahkan, kabar ini disampaikan juga oleh calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD.
Polri akhirnya buka suara mengenai kebenaran di yang diminta untuk membuat pernyataan sikap mengenai Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Polisi menyatakan segera menindaklanjuti informasi yang beredar itu. Jenderal polisi bintang tiga itu tidak ingin menanggapi banyak terkait informasi yang disampaikan oleh Mahfud MD tersebut. Meski demikian, lanjut Fadil, pihaknya akan mengambil langkah objektif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. "Kan katanya itu, yang akan kita buktikan nanti untuk dilihat pastinya," ujarnya. Sebelumnya diberitakan, Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengatakan bahwa kebebasan mimbar akademik di perguruan tinggi harus tetap dihormati. "Kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik itu harus tetap dihormati karena seotoriter zaman Pak Harto (Presiden ke-2 RI Soeharto) pun, kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik itu relatif masih cukup didengarkan dan relatif masih berwibawa," kata Mahfud, usai menghadiri acara Tabrak, Prof!, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (5/2).














