Kolonel Inf Wimoko (kiri) saat sertijab Komandan Group A Paspampres dari Kolonel Faisol Izuddin Karimi (kanan) yang dipimpin Danpaspampres Mayjen TNI Achiruddin (tengah). Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Abituren Akmil 2000 pecah telur. Wimoko mencatatkan namanya sebagai orang pertama lulusan Akmil 2000 yang menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).
Brigjen Wimoko merukan satu leting atau seangkatan dengan Agus Harimurti Yudhoyono () yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayanan.
Wimoko pecah bintang setelah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menugaskannya sebagai Komandan Korem 102/Panju Panjung (PJG). Hal ini berdasarkan Keputusan Penglima TNI Nomor Kep/1264/X/2024 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan TNI tertanggal 18 Oktober 2024.
Korem 102/PJG terletak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang berada di Bawah Kodam XII/Tanjungpura. Dengan jabatan ini Wimoko berhak naik pangkat satu tingkat dari Kolonel menjadi Brigjen. Sebab jabatan Korem 102/PJG diisi oleh jenderal TNI bintang 1.
Sebelum ditugaskan ke Palangkaraya, Brigjen Wimoko bertugas sebagai pengawal Presiden ke-7 Jokowi. Ia menjabat sebagai Komandan Grup A Paspampres.
Grup A Paspampres adalah satuan jajaran Pasukan Pengamanan Presiden yang bermarkas di Jakarta. Motto yang digunakan satuan ini adalah Berani Setia Waspada.
Tugas utama Grup A Paspampres adalah melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat terhadap Presiden beserta keluarganya. Grup A Paspampres berkekuatan 4 Detasemen.
Sebelum menjabat Komandan Grup A Paspampres, Wimoko bertugas sebagai Asisten Personalia (Aspers) Kopassus pada awal Januari 2023. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Dosen Madya Seskoad TNI AD.
Lahir di Ngawi pada 19 Juni 1977, Wimoko memang memiliki catatan karir yang mengesankan.
Sebelumnya Wimoko juga pernah menjadi Wakil Komandan Satuan (Wadansat) 81 Kopassus saat berpangkat Letnan Kolonel.
Ia menjabat Wadansat-81 Kopassus menggantikan Letkol Inf Yosep DD Surbakti yang dimutasi menjadi Kasiops Korem 172 di Jayapura Papua.
Dalam operasi, ia tergabung dalam pembebasan sandera WNI Sinar Kudus pada tahun 2011 saat masih berpangkat Kapten. Setelah menjabat Danyon-811 Sat-81 Gultor (penanggulangan terror), ia tergabung dalam misi pembebasan sandera dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina pada tahun 2016.
Ia juga pernah menjabat Komandan Satgas Indo-FPC D2/UNIFIL untuk pasukan perdamaian di bawah bendera PBB di daerah konflik Lebanon pada tahun 2012.
Wimoko juga punya catatan prestasi membanggakan, yakni juara Lomba Tembak AARM-26 tahun 2016. Kala itu ia berhasil meraih juara Umum dalam laga bergengsi Lomba Tembak Angkatan Darat Tingkat Internasional ASEAN yang di ikuti 10 negara itu.
Dengan catatan prestasi tersebut, karier Wimoko diyakini bakal terus melejit. Apalagi ia berasal satu elite Kopassus yang pernah bertugas sebagai perisai hidup Presiden. Sebab alumni Istana Negara rata-rata memiliki karier mentereng, semoga!.