Ilustrasi hujan disertai angin kencang dan petir (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada Sabtu (25/5/2024) hingga Minggu (26/5/2024).
BMKG menyatakan, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat, petir, dan angin kencang. Bahkan akibat cuaca ekstrem tersebut dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.
1. Wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat, kilat, petir, dan angin kencang:
Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, cuaca ekstrem dipicu karena bibit siklon tropis 93W yang terpantau di Samudra Pasifik utara dan Maluku Utara dengan kecepatan angin 30 knots tekanan 1006 hPa.
Menurut dia, sistem bibit siklon tropis tersebut cenderung bergerak ke arah Barat Laut dengan potensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori tinggi.
"Bibit siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Papua Barat Daya hingga Laut Filipina, Perairan timur Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Utara, Laut Banda hingga Laut Maluku, dan di Papua bagian tengah," ujarnya dikutip dari laman BMKG, Jumat (24/5/2024).
Selain itu, sistem itu juga membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan utara Papua Barat Daya, dan menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot (low level jet) di Samudra Pasifik utara Papua Barat.
Adapun, kondisi tersebut mampu meningkatkan tinggi gelombang di sekitar bibit siklon tropis. Tak hanya itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Laut Natuna Utara yang membentuk daerah konvergensi di sekitar Perairan Utara Kalimantan, di perairan utara Jawa Barat hingga Sumatera Selatan, Laut Jawa hingga Selat Karimata.
Sementara itu, daerah konfluensi terpantau di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Samudra Hindia barat Bengkulu. "Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut," tuturnya.