Jemaah yang Ambil Nafar Awal Diperbolehkan Tinggalkan Mina Sebelum Matahari Terbenam
Abdul Rahman Ahdori
MAKKAH, (ERAKINI) - Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan bahwa kepada jemaah haji yang mengambil pilihan Nafar Awal, diperbolehkan untuk meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau Selasa (18/6/2024).
“Jemaah haji yang mengambil pilihan Nafar Tsani dapat meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah,” kata Widi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/6/2024).
“Keberangkatan dari Mina menuju hotel di Makkah, dimulai dari pagi hari hingga selesai. Bus akan menjemput jemaah di sekitar tenda Mina, lalu mengantar jemaah ke hotel masing-masing di Makkah,” tuturnya.
Selain itu, dia juga berpesan, jemaah agar tetap berkelompok saat berjalan menuju jamarat dan saat melontar jumrah.
“Jangan memisahkan diri. Jangan sungkan untuk meminta bantuan petugas yang berada di setiap titik di jalur menuju jamarat bila menemui hambatan dan kesulitan,” pesannya.
“Bekali diri dengan air putih untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah dehidrasi,” katanya.
Kemudian, bagi jemaah lanjut usia dan kategori risiko kesehatan tinggi, agar mewakilkan lontar jumrahnya kepada keluarga atau sesama jemaah atau petugas yang telah melaksanakan lontar jumrah.
“PPIH berharap, jemaah agar mengutamakan keselamatan serta kesehatan. Sehingga pelaksanaan lontar jumrah sebagai bagian wajib haji dapat terlaksana dengan aman dan lancar,” ucapnya.
Pada saat meninggalkan Mina, kata Widi, jemaah haji seyogyanya terus bersyukur kepada Allah atas segala rahmat yang telah diterima, sehingga dapat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya dengan sempurna.


















