JAKARTA, (ERAKINI) - Memasuki pekan pertama bulan Mei 2024, masyarakat dikejutkan dengan berita pembunuhansadis yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Hampir semua media massa mengabarkan kekejian pelaku dalam upayanya menghabiskan nyawa korban.
Kasus itu, antara lain pembunuhan seorang wanita di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat. Jasad korban dimasukkan pelaku ke dalam koper lalu dibuang di Cikarang, Bekasi. Tidak menunggu waktu lama usai warga menemukan koper berisi jenazah seorang perempuan, polisi langsung menangkap pelaku di Palembang, Sumatera Selatan. Belakangan diketahui bahwa pelaku adalah kekasih gelap sang korban.
Berikut ulasan lengkap kasus pembunuhansadis di Indonesia dalam sepekan terakhir:
Kasus ini bermula ketika warga Bekasi digegerkan dengan penemuan koper berisi jenazah seorang perempuan, di wilayah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/4/2024). Usai diidentifikasi, korban diketahui bernama Rini Mariany (50), seorang janda anak dua asal Kota Bandung.
Beberapa hari setelah dilakukan penyelidikan, tepat pada Jumat (3/5/2024), aparat berhasil menangkap seorang pria yang diduga pelaku di Palembang, Sumatera Selatan. Dia adalah Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29). Arif pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Dalam kasus ini, polisi menyebut antara pelaku dan korban saling mengenal bahkan keduanya memiliki hubungan gelap. Rini Mariany adalah kasir di sebuah perusahaan, kantor cabang di Bandung, sementara jabatan Ahmad Arif Ridwan Nuwloh adalah auditor di kantor pusat.
Lebih lanjut, tersangka Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29) sempat terlibat dalam sebuah percakapan dengan Rini Mariany sebelum dirinya nekat membunuh nyawa korban dan dimasukkan ke dalam koper.
Percakapan itu terjadi di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (24/4/2024) setelah tersangka dan korban melakukan hubungan badan. Komunikasi bermula saat korban menanyakan status hubungannya dengan tersangka.
"Korban menanyakan status hubungan mereka yaitu 'kita mau bagaimana?', kemudian tersangka jawab 'ini kan cuman seneng-seneng saja, kita sama-sama mau'," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra kepada wartawan, Jumat (3/5/2024).
Korban lantas meminta pertanggungjawaban tersangka. Tak hanya itu, korban juga meminta tersangka menikahinya.
"Korban menyatakan intinya tersangka harus bertanggung jawab untuk nikahin korban. Tersangka jawab 'kalau pinjem uang setoran ini nanti kita nikah'. Namun korban menolak. Kemudian tersangka tanya 'Mau dinikahin atau tidak?'," ucap Wira.
"Kemudian korban menyatakan, kalau dinikahin ya takut pakai uang perusahaan. Tersangka jawab, 'Saya akan tanggung jawab kalau ada apa-apa di perusahaan ini'," sambungnya.
Percakapan antara keduanya terus berlanjut hingga akhirnya korban sempat melontarkan kata-kata kasar. Diduga, tersangka sakit hati dengan pernyataan itu sehingga langsung membenturkan kepala korban ke tembok.
"Korban jawab 'Ngapain ngurusin yang kayak gini? Saya enggak ikut-ikut. Saya mau setor uang. Ngapain auditor kayak kamu, brengsek'. Perkataan ini yang mungkin menyulut emosi tersangka, yang kemudian tersangka membenturkan kepala korban sehingga pingsan dan disekap mulutnya, selanjutnya dicekik 10 menit," tutur Wira.
Adik kandung terlibat
Polisi lantas memeriksa Arif secara intensif dan ditemukan fakta bahwa adik kandungnya, Aditya Tofik turut serta ikut membantu membuang koper berisi jasad korban. Alhasil, Aditya pun turut ditetapkan sebagai tersangka.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 339 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.
Berita yang membuat geger masyarakat Indonesia berikutnya yaitu berita tentang suami yang tega membunuh dan memutilasi istrinya sendiri hingga dagingnya dijual ke tetangga. Kejadian mengerikan itu terjadi di Desa Sindangjaya, Kecamatan Rancah, Ciamis, Jumat (3/5/2024).
Pelaku diketahui bernama Tarsum. Beberapa jam usai kejadian, pelaku langsung ditangkap. Kini, polisi juga telah menetapkan Tarsum sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.
Selanjutnya, polisi mengungkap fakta baru dalam kasus tersebut, bahwa berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kepolisian, pelaku tega membunuh istri karena depresi memiliki utang hingga ratusan juta.
"Menurut keterangan saksi, emang ada utang lebih dari Rp100 juta," ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Joko Prihatin, Senin (6/5/2024).
Joko Prihatin menuturkan, utang ratusan juta itu digunakan pelaku pembunuhan, Tarsum dan keluarga untuk membayar usaha yang sebelumnya turun serta untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kendati demikian, polisi masih mendalami soal utang tersangka. Sebab polisi kesulitan berkomunikasi ketika meminta keterangan dari tersangka,” tuturnya.
Jokowi menambahkan, Tarsum telah menjalani pemeriksaan kejiwaan. Namun, hasilnya belum bisa disampaikan.
Kasus mengerikan berikutnya datang dari Denpasar, Bali. Masyarakat dihebohkan dengan penemuan 2 mayat perempuan dalam waktu yang berdekatan.
Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata dua perempuan pekerja seks komersial (PSK) tersebut tewas mengenaskan di tangan pelanggannya. Kedua kasus pembunuhanPSK open BO (booking out) berbasis aplikasi MiChat itu terjadi pada hari yang sama.
Adapun pelaku dalam kasus pembunuhan ini yaitu Anjas Purnama yang diketahui berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK). Dia mengakui telah membunuh perempuan open BO berinisial F. Perempuan berusia 47 tahun itu ditemukan tewas dalam kondisi telanjang dan leher terlilit kabel catokan rambut di kosnya di Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, pada Jumat (3/5/2024) sore.
Sementara korban lain yakni perempuan RA, cewek MiChat yang dibunuh pelanggannya bernama Amrin Al Rasyid Pane. Pria berusia 21 tahun itu menghabisi nyawa RA di sebuah kos di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat dini hari. Amrin kemudian memasukkan mayat RA ke dalam koper dan membuangnya ke semak-semak.
Sejak itu, Anjas ketagihan memesan layanan hubungan seks dengan F melalui MiChat. Suatu hari, korban yang mengaku terlilit utang kembali menawarkan Anjas untuk berhubungan badan. Anjas sepakat dan menjanjikan uang Rp 500 ribu untuk F.
Menurut polisi, terkait pembunuhan seorang wanita inisial F berawal dari Anjas yang ketagihan menggunakan jasa layanan seks online. Ia kemudian memesan layanan seks online lewat aplikasi, Anjas dan F kemudian bertemu di sebuah tempat untuk melakukan hubungan intim. Anjas sendiri berjanji kepada F akan membayar F seharga Rp500.000 usai berhubungan.
Saat melakukan hubungan intim, F terus meminta uang transferan yang dijanjikan Anjas. Namun, Anjas justru emosi lantaran F terus menanyakan transferan. Ia lantas menjambak dan memiting leher F sampai kehabisan napas.
Untuk memastikan F benar-benar tewas, Anjas mengambil kabel catokan rambut dan melilitnya ke leher perempuan itu. Setelah itu, Anjas mengambil kalung emas, handphone, dan uang milik F.
Anjas lalu pergi meninggalkan lokasi dengan pintu masih sedikit terbuka. Ia pergi ke Pelabuhan Benoa, Denpasar untuk bersembunyi.
4. Pria di Boyolali Dihabisi Pacar Sesama Jenis
Kasus berikutnya datang dari Boyolali, Jawa Tengah. Di mana seorang pengusaha kerajinan tembaga Boyolali, Bayu Handono (36) tewas usai dibunuh pacar, Irwan (27). Irwan sendiri merupakan warga Sragen.
"Atas dasar terjadinya pembunuhan bahwa antara korban dan pelaku terlibat hubungan asmara," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam konferensi pers kasus pembunuhan ini di Mapolres Boyolali, Selasa (7/5/2024).
Lhutfi mengatakan, antara korban dan tersangka terlibat hubungan sesama jenis. Korban dengan tersangka awalnya berkenalan melalui aplikasi MiChat pada Januari 2024 lalu.
Kemudian pada Rabu (1/5), tersangka kembali dihubungi dan diundang oleh korban ke rumahnya, karena kangen. Tersangka diminta menginap di rumah korban. Saat itulah terjadi cekcok soal tarif antara keduanya. Cekcok ini berujung pembunuhansadis yang dilakukan tersangka.
Aksi pembunuhan itu, lanjut Luthfi, sudah direncanakan oleh tersangka. Tersangka sudah menyiapkan aksinya dengan datang ke rumah korban membawa sebilah sabit yang dibawanya dari rumah.
Setelah melakukan pembunuhan, tersangka membawa kabur sejumlah harta benda milik korban. Antara lain sepeda motor Honda PCX, jam tangan, uang tunai dan lain sebagainya.
"Ini adalah pembunuhan berencana yang sangat keji sekali, yang hal ini sangat menonjol bagi kami untuk kita ungkap," tuturnya.