JAKARTA, (ERAKINI) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Rafsanjani meninggal dunia, Senin (11/3/2024) siang. Rafsan dikabarkan sakit pneumonia dan virus influenza yang menyerang paru-paru dan jantung.
Almarhum telah dishalatkan di masjid dekat kediamannya di Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Usai menshalatkan, ratusan pelayat terlihat ikut mengantar almarhum ke mobil jenazah untuk diberangkatkan di Garut, Jawa Barat.
Dalam kesempatan yang sama, PMII sangat berduka atas kepulangan orang nomor dua di PMII tersebut. Karena itu, sebagai untuk mendoakan almarhum Muhammad Rafsanjani, PB PMII menginstruksikan kepada seluruh kader se-Indonesia untuk shalat ghaib dan tahlil bersama.
“PMII mengimbau kader-kader seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan Shalat Ghaib dan Tahlil Bersama untuk almarhum Muhammad Rafsanjani,” tulis PB PMII dalam flyer yang beredar, Senin (11/3/2024) sore.
PB PMII meminta doa agar almarhum diampuni segala kesalahannya, diterima amal ibadahnya dan mendapatkan surga-Nya.
Diberitakan sebelumnya, kabar duka datang dari keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PMII (PB PMII) Muhammad Rafsanjani meninggal dunia pada Senin (11/3/2024).
“Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah meninggalkan kita Sekjend PB PMII Muhammad Rafsanjani bin KH Cecep Alba, senantiasa dalam limpahan rahmat Allah swt dan keberkahan para pendiri, al faatihah,” kata Ketua Kaderisasi Nasional Fachrurizal dalam rilis yang disiarkan di PMII.ID, Senin (11/3/2024) siang.
Alumnus FISIP UIN Jakarta dan Universitas Indonesia (UI) ini akan dishalatkan di kediamannya di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Selanjutnya, akan dibawa ke Garut, Jawa Barat untuk dimakamkan.
“Beliau akan dimakamkan di Pondok pesantren Pulosari. Kp Jl. Pulosari, RT RW 02/06, Cijolang, Kec. Balubur Limbangan, Kabupaten Garut,” ucap Fahcrurizal.
Rafsan, sapaan akrab Muhammad Rafsanjani, lahir di Garut pada 30 Maret 1992. Dia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PB PMII untuk masa khidmat 2021-2024. Rafsan meraih suara terbanyak kedua sebagai calon ketua umum PB PMII pada Kongres XI di Balikpapan, Kalimantan Timur tahun 2021.
Setelah tamat SLTA tahun 2010, putra pimpinan pondok pesantren tertua di Limbangan, Garut, KH Cecep Alba dan Hj Rd. Mimin Nurganiah Maulani ini kemudian merantau ke Ciputat untuk kuliah di UIN Jakarta.
Tempaan selama di pondok pesantren membuat Rafsan menjadi sosok yang senantiasa membumi lewat kata dan perangainya.
Tak hanya itu, corak kehidupan agamis yang menjadi lingkungan akrab seorang Rafsanjani tidak membuat dirinya membatasi buku-buku dan bacaan atas luasnya ilmu pengetahuan.
Rafsan sangat menghindari pandangan tunggal soal kebenaran. Baginya, tiap-tiap ruang akademik adalah bebas nilai, dan setiap manusia berhak mengkonsumsi berbagai jenis bangunan keilmuan.