Kemen PPPA Ungkap Perjuangan Kaum Perempuan Lawan Ketidaksetaraan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Irjen Pol (Purn) Desy Andriani, mengungkap perjuangan kelompok perempuan melawan kesetaraan. Desy menilai, masih banyak tantangan yang dihadapi kelompok perempuan hingga saat ini.
Hal tersebut disampaikan Desy dalam acara peringatan International Women’s Day (IWD) 2025 di Teater Wisma Kemenpora, Jakarta, pada Jumat (14/3/2025). Kegiatan ini digelar Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Perempuan Cipayung Plus yakni Kopri PB PMII, Kohati PB HMI, Hikma Budhi, PMKRI
GMKI, KMHDI, IMM, LMND, KAMMI dan Sarinah GMNI.
Menurut Desy, perjuangan perempuan melawan ketidaksetaraan tersebut misalnya soal upah rendah yang telah berlangsung lama.
Desy mengatakan, sejak Deklarasi Beijing 30 tahun lalu, masih banyak tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesetaraan gender.
"Perempuan adalah kekuatan besar dalam masyarakat Indonesia. Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan, termasuk kecerdasan buatan (AI)," ujarnya.
Desy menjelaskan, AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan akurasi pengambilan keputusan serta menyelesaikan berbagai permasalahan perempuan, seperti akses pendidikan, isu iklim, dan inklusi keuangan.
Namun, dia juga menyoroti kendala yang masih dihadapi perempuan dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi secara optimal.
















