LAZISNU Sebut Penguatan Multi Platform Tingkatkan Penghimpunan Zakat
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Manajer Penyaluran dan Pemberdayaan LAZISNU PBNU H Ending Syarifuddin mengatakan, pengutan multi platform digital dapat meningkatkan penghimpunan zakat oleh lembaga amil. Menurutnya, digitalisasi saat ini sangat dibutuhkan lembaga amil zakat seperi NU Care-LAZISNU.
“Fundraising maupun strategi multi platform digital saat ini menjadi kebutuhan bagi lembaga pengelola zakat. LAZ dapat memanfaatkan digitalisasi dan anak-anak muda untuk menghimpun zakat sebesar-besarnya,” kata H Ending dalam acara Madrasah Amil Virtual (MAV) yang digelar NU Care-LAZISNU PBNU dengan tema Strategi Multi Platform Digital Fundraising untuk LAZ, Minggu (17/3/2024) sore.
Ia menjelaskan, pemanfaatan dunia digital untuk menghimpun zakat juga sejalan dengan kondisi Indonesia yang didominasi generasi Z dan generasi Z. Dia menyebut, persentasi generasi Z dan generasi Y sudah mencapai 53% dari penduduk Indonesia.
“Itu yang mesti dilakukan oleh semua kalangan tidak hanya oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) tapi juga ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan semua harus mulai menyusun strategi yang memungkinkan untuk relate,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengumpulan Perorangan Baznas RI Fitriansyah Agus Irawan menyebut potensi penghimpunan zakat di Indonesia mencapai Rp327 triliun. Namun, hingga tahun 2023 tercatat hanya 32 triliun yang berhasil dikumpulkan lembaga amil.
Karena itu, untuk memaksimalkan penghimpunan potensi zakat tersebut diperlukan penguatan platform digital fundraising di lembaga amil zakat.














