Penjelasan Badan Geologi Kementerian ESDM Soal Gempa 6,5 M di Tuban
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terkait gempa yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Badan Geologi memperkirakan keberadaan sesar berarah relatif timur laut hingga barat daya yang merupakan pola meratus telah menyebabkan gempa bumi di Laut Jawa, termasuk di Tuban, Jawa Timur.
"Sesar pada pola meratus itu merupakan sesar tua (pratersier hingga tersier) dan diperkirakan mengalami reaktivasi," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam laporan yang diterima di Jakarta, Jumat (22/3/2024).
Menurut data Badan Geologi, pada peta geologi lembar Bawean dan Masalembo Pulau Bawean tersusun oleh batuan berumur tersier (terdiri dari batu pasir dan batu gamping) dan dominan endapan kuarter (terdiri dari batuan rombakan gunung api muda dan endapan aluvial pantai).
Wafid menuturkan, sebagian batuan berumur tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan kuarter dan batuan berumur tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak, dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.
“Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan berumur yang telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi longsoran apabila dipicu guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi di daerah tersebut,” katanya.
Tak hanya itu, data Badan Geologi mengungkapkan bahwa Pulau Bawean terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi rendah.


















