Korban Kekerasan Pelajar WNI di Mesir, KBRI Beri Pendampingan Hukum
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Pendampingan hukum diberikan oleh Kedutaan Besar RI di Kairo kepada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak kekerasan oleh sejumlah pelajar/mahasiswa Indonesia di Mesir.
Menurut keterangan dari KBRI Kairo yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/7/2023), tindakan kekerasan fisik dan verbal itu terjadi setelah turnamen futsal Cordoba Cup di daerah Gamaleya, Kairo, Mesir.
Sejumlah pelajar/mahasiswa Indonesia yang terlibat aksi tersebut adalah dari dua ikatan kekeluargaan, yaitu Kelompok Studi Walisongo asal Jawa Tengah dan Yogyakarta dan Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).
“KBRI Kairo telah berusaha mencari jalan keluar melalui cara-cara musyawarah sekaligus menempuh penyelesaian melalui proses hukum,” demikian pernyataan KBRI, dikutip dari Antara.
Namun, korban memutuskan untuk menempuh jalur hukum menyusul adanya laporan korban kekerasan lainnya yang sebelumnya dialami oleh kawannya dengan pelaku dari ikatan kekeluargaan yang sama.
Diyakini oleh korban bahwa jalur hukum dapat memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus memutus mata rantai kekerasan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir.
KBRI telah mendampingi korban untuk melaporkan kasus mereka ke pihak kepolisian Mesir pada Jumat, 14 Juli.
Kemudian, pihak kepolisian menyampaikan siap memproses laporan korban dan memberikan pandangan bahwa akan terdapat mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh oleh pelapor maupun terlapor dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
KBRI Kairo, dalam upaya melanjutkan proses hukum dan menjamin kepastian perlindungan kepada korban, juga telah berkoordinasi dengan Badan Keamanan Nasional (NS) Mesir sebagai pemangku kewenangan dalam menangani masalah hukum warga negara asing. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan untuk membahas upaya pengamanan dan pencegahan aksi kekerasan lanjutan.
KBRI Kairo menyerukan kepada semua pihak untuk tetap menjaga kondisi yang kondusif, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 13.000 orang, dengan 5.500 orang di antaranya tiba di Mesir sejak tahun ajaran 2020/2021.

















