Ilustrasi - BMKG menyebut bahwa hujan deras disertai angin kencang diprediksi akan mengguyur wilayah Jawa-Sumatera hingga 22 September 2025 mendatang. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Hujan deras yang disertai angin kencang diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, , hingga kawasan Indonesia bagian tengah dan timur sampai 22 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh BMKG dalam siaran resminya terkait prospek cuaca mingguan 16-22 September 2025. Menurut BMKG, pembentukan awan hujan berintensitas tinggi masih sangat mungkin terjadi, dipicu oleh interaksi berbagai sistem atmosfer berskala global, regional, dan lokal.
Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan atmosfer menjadi lebih labil dan mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang bisa menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat.
Secara global, Dipole Mode Index (DMI) berada dalam fase negatif (−1,27), yang artinya ada peningkatan pasokan uap air ke wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi ini memperkuat potensi terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut.
Di tingkat regional, anomali radiasi gelombang panjang keluar (OLR) menunjukkan nilai negatif di wilayah seperti Sumatera bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi tengah dan selatan, serta Papua. Anomali ini merupakan tanda aktifnya pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.
Selain itu, fenomena atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang dengan frekuensi rendah juga turut memengaruhi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bagian selatan.
BMKG juga mencatat adanya daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) yang melintasi berbagai wilayah, mulai dari perairan Aceh, barat Sumatera, pesisir Lampung hingga Bengkulu, hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Sulawesi, hingga Papua. Pola angin ini diperparah dengan keberadaan sirkulasi siklonik di Selat Makassar dan Samudra Hindia timur Filipina, yang semakin meningkatkan potensi hujan intens dalam beberapa hari ke depan.
Di tingkat lokal, kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil turut memperkuat potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Melihat potensi cuaca yang cukup ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap kemungkinan banjir, genangan, tanah longsor, sambaran petir, serta gelombang laut tinggi.
Warga juga dianjurkan untuk rutin memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan saluran air atau drainase berfungsi optimal guna mencegah bencana yang ditimbulkan oleh curah hujan tinggi.