Potret erupsi G. Lewotobi Laki-laki, Senin (4/11/2024), pukul 02:24 WITA. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18.5 mm dan durasi 386 detik. (Foto: X/PVMBG)
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dari pusat erupsi Laki-laki. Imbauan itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari.
Hal itu menyusul penetapan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari level III atau "Siaga" menjadi IV atau "Awas".
"PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki serta sektoral 7 km pada arah Utara-Timur Laut dan 7 Km pada sektor Timur Laut," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2024).
Namun demikian, pihak PVMBG juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah (Pemda) serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
Selain itu, Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Sebelumnya, BNPB telah menyampaikan bahwa jumlah korban tewas akibat letusan gunung api tersebut sebanyak 9 orang dan 1 orang lainnya kritis. Hal itu disampaikan oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Selasa (5/11/2024). "Laporan yang kita terima bahwa korban meninggal ada 9, 1 kritis," Pratikno.
Dari 10 korban tersebut, 9 di antaranya meninggal dunia dan 1 lagi masih berada di reruntuhan dan dalam proses evakuasi. Namun saat dievakuasi, korban masih hidup dan kini dalam kondisi kritis.
Erupsi Gunung Lewotobi ini berimbas pada 8 desa tersebar di 2 kecamatan Kabupaten Flores Timur, NTT. Saat ini, jumlah korban luka akibat erupsi gunung Lewotobi Laki-laki itu sebanyak 64 orang orang, yang terdiri dari 1 kritis, 31 luka berat, 32 luka ringan. Sementara sebanyak 2.472 orang mengungsi.
Disampaikan oleh Pratikno bahwa di masa tanggap darurat dan penanganan bencana ini, pemerintah akan membuka jalur logistik dan membangun pengungsian. Hal itu karena saat ini akses menuju lokasi hanya dapat dilewati jalur darat dan jalur laut.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat Bencana Alam Erupsi Gunung api Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur menyusul 10 orang tewas akibat letusan gunung api tersebut.