Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan dan mantan anak didik Eriksson di Lazio, mengungkapkan rasa dukanya yang mendalam atas kepergian mantan pelatihnya itu. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Dunia sepak bola berduka atas meninggalnya Sven-Goran Eriksson, salah satu mantan pelatih Timnas Inggris dan sejumlah klub Eropa. Eriksson meninggal dunia pada usia 76 tahun setelah berjuang melawan kanker pankreas sejak Januari lalu.
Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan dan mantan anak didik Eriksson di Lazio, mengungkapkan rasa dukanya yang mendalam atas kepergian mantan pelatihnya itu. Inzaghi mengenang momen-momen berharga bersama pelatih asal Swedia.
Eriksson pernah melatih sejumlah klub top Eropa. Di Serie A, Eriksson pernah membimbing empat klub berbeda, yakni Roma, Fiorentina, Sampdoria, dan Lazio. Dia sukses meraih gelar Serie A bersama Lazio pada musim 1999-2000.
Inzaghi, yang saat itu memperkuat Lazio, mengenang bagaimana Eriksson memainkan peran kunci dalam karirnya. Eriksson lah yang membawa Inzaghi ke Lazio pada musim panas 1999. Inzaghi menghabiskan dua musim bermain di bawah bimbingannya dan menjadi bagian dari skuad Biancocelesti meraih gelar Liga Italia.
Eriksson juga dikenal sebagai mentor yang memengaruhi perjalanan kepelatihan Inzaghi. Inzaghi kini telah diakui sebagai salah satu pelatih top Eropa setelah meraih banyak trofi bersama Inter Milan.
"Meninggalnya Sven-Goran Eriksson sungguh menyedihkan bagi saya. Saya masih sangat muda, saya baru saja tiba di Roma dan dia banyak membantu saya. Dia sangat penting dalam perkembangan saya sebagai pemain dan pria," kenang Inzaghi, dikutip dari laman resmi Inter Milan, Selasa (27/8/2024).
Inzaghi juga mengungkapkan kekagumannya terhadap ketenangan dan kesopanan Eriksson serta caranya menghormati semua orang.
"Dia adalah sumber inspirasi bagi saya. Saya di sini hari ini (pelatih) sebagian berkat dia dan apa yang dia ajarkan kepada saya. Sven adalah pria hebat, teladan hidup bagi kita semua," lanjutnya.
Inzaghi melanjutkan, dalam beberapa bulan terakhir Eriksson telah menunjukkan kekuatan dan keinginannya untuk hidup. Artinya, di masa-masa sulit Eriksson masih memberi inspirasi bagaimana pentingnya menjaga hidup.
"Dia mengajari kami untuk hidup saat dia sekarat. Beristirahatlah dengan tenang, Sven, dan terima kasih atas segalanya. Kamu akan selalu bersamaku," tutup Inzaghi.
Sven Goran Eriksson (SGE) meninggal dunia dalam usia 76 tahun pada Senin (26/8/2024). "SGE meninggal di rumahnya pagi ini (waktu setempat) dan dikelilingi oleh keluarga," bunyi pernyataan pihak keluarga seperti dikutip dari Sky News.
Menurut laporan Sky Sports, Eriksson menderita kanker pankreas. Eriksson pun masih sempat melakukan syuting untuk film dokumenternya.
"Terima kasih atas segalanya, pelatih, pemain, penonton, semuanya luar biasa. Jaga diri Anda dan jaga hidup Anda. Dan jalani saja," ujar Eriksson.
"Saya menjalani hidup yang baik. Saya pikir kita semua takut akan hari ketika kita meninggal, tetapi hidup juga tentang kematian," sambungnya.
Eriksson yang berasal dari Swedia merupakan pelatih asing pertama yang melatih timnas Inggris pada 2001. Dia melatih The Three Lions yang saat itu memiliki skuad yang disebut 'generasi emas' ketika diperkuat David Beckham, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Frank Lampard, Paul Scholes, hingga Rio Ferdinan.