Skuad Barcelona menggelar latihan persiapan menghadapi Olympiacos di Estadi Olimpic Lluis Companys dalam laga ketiga fase grup Liga Champions, Selasa (21/10/2025) malam pukul 23.45 WIB. Foto: FC Barcelona
JAKARTA, (ERAKINI) – Barcelona akan menghadapi Olympiacos di Estadi Olimpic Lluis Companys dalam laga ketiga fase grup Liga Champions, Selasa (21/10/2025) malam pukul 23.45 WIB. Laga ini tidak mudah bagi Blaugrana menghadapi tim asal Negeri Para Dewa.
Setelah melaju kencang di awal musim, performa Barcelona mulai menunjukkan penurunan. Usai kehilangan rekor tak terkalahkan di La Liga melawan Sevilla dan di Liga Champions kontra PSG, Blaugrana akhirnya kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Girona 2-1 pada akhir pekan lalu.
Kemenangan itu datang dramatis, dimana baru dipastikan lewat gol Ronald Araujo di menit terakhir injury time. Kini, setelah bangkit di kancah domestik, Barcelona bertekad melakukan hal serupa di Eropa.
Tim asuhan Hansi Flick akan menjamu Olympiacos di kandang. Laga ini menjadi momen penting bagi Barça untuk mengamankan tiga poin dan menjaga asa finis di posisi delapan besar grup, yang berarti tiket langsung ke babak 16 besar Liga Champions.
“Ini masa yang sulit bagi kami,” kata Flick dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari laman resmi Barcelona.
“Banyak pemain cedera, sebagian baru pulih dan belum sepenuhnya fit. Tapi target kami tetap sama, yakni berjuang sampai akhir, memberikan yang terbaik, dan meraih tiga poin,” tambahnya.
Soal lawan yang akan dihadapi, Flick menyebut Olympiacos sebagai tim dengan serangan berbahaya. “Mereka punya rencana permainan yang jelas dan lini depan yang cepat. Kami harus sangat waspada,” tegasnya.
Reputasi Mentereng Olympiacos datang ke Barcelona dengan reputasi mentereng. Klub asal Negeri Para Dewa ini merupakan yang tersukses dalam sejarah sepak bola negaranya.
Olympiacos telah memenangkan lebih dari separuh total liga domestik Yunani yang pernah digelar, termasuk 14 dari 19 musim sejak kompetisi berganti format menjadi Greek Super League.
Pada 2024 lalu, tim berjuluk Thrylos (Legend) juga mencatat sejarah baru dengan meraih trofi Eropa pertamanya, yakni juara UEFA Conference League usai menundukkan Fiorentina di final.
Musim 2024/25, Olympiacos menempati peringkat kedua di liga, terpaut satu poin dari PAOK, satu-satunya tim yang sanggup menaklukkan mereka sejauh ini.
Namun, perjalanan Olympiacos di Liga Champions belum memuaskan. Setelah hanya bermain imbang 0-0 di kandang melawan Pafos (Siprus) yang bermain dengan 10 orang, mereka kemudian tumbang 0-2 dari Arsenal di laga tandang.
Skuad Olympiacos memadukan pemain muda dengan sejumlah bintang berpengalaman. Beberapa di antaranya adalah Mehdi Taremi (Iran, 99 caps), Roman Yaremchuk (Ukraina, 63), Ayoub El Kaabi (Maroko, 46), Yusuf Yazıcı (Turki, 45), Gelson Martins (Portugal, 21), Bruno Onyemaechi (Nigeria, 19), dan Panagiotis Retsos (Yunani, 17).
Catatan Pertemuan
Ini baru kali kedua El Barca bertemu Olympiacos di kompetisi Eropa. Sebelumnya, kedua tim sempat bentrok di fase grup Liga Champions 2017. Saat itu, Barça menang 3-1 di Camp Nou dan bermain imbang tanpa gol di Piraeus.
Dari 14 laga menghadapi klub-klub Yunani sepanjang sejarah, Barcelona hanya kalah dua kali, mencetak 29 gol dan kebobolan empat, catatan yang jelas berpihak pada tim Catalan.
Olympiacos saat ini ditangani pelatih asal Spanyol, Jose Luis Mendilibar, sosok yang tak asing bagi publik Camp Nou. Ini adalah tim ketujuh yang ia latih dan bertemu Barcelona.
Namun, rekor pribadinya belum menggembirakan. Dari 26 kali pertemuan melawan Barça, ia hanya mampu menang sekali, ketika masih menukangi Osasuna pada musim 2011/12.