Kiper veteran Jerman, Manuel Neuer (kiri atas), mencatatkan rekor langka di Piala Dunia 2026 saat tampil pada laga pembuka Grup E melawan Curacao, Senin (15/6/2026) dini hari. Foto. FIFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) – Kiper veteran Jerman, Manuel Neuer, mencatatkan rekor langka di Piala Dunia 2026. Saat tampil pada laga pembuka Grup E melawan Curacao di Stadion Houston, Senin (15/6/2026) dini hari, Neuer resmi menjadi pemain kesembilan dalam sejarah yang berhasil menjuarai Piala Dunia dan kembali tampil di putaran final 12 tahun kemudian.
Neuer juga menorehkan sejarah tersendiri bersama Jerman. Pada usia 40 tahun 79 hari, ia menjadi pemain tertua yang pernah membela Die Mannschaft di turnamen besar.
Neuer memecahkan catatan yang sebelumnya dipegang legenda Jerman Lothar Matthäus. Rekor Matthäus bertahan sejak tampil di UEFA Euro 2000.
Neuer merupakan bagian penting dari skuad Jerman yang menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil. Setelah tampil di Rusia 2018 dan Qatar 2022, kiper berusia 40 tahun itu sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 2024. Namun, ia membatalkan keputusan tersebut pada Mei 2026 dan kembali memperkuat Der Panzer.
Kembalinya Neuer ditandai dengan kemenangan telak 7-1 atas Curaçao pada laga perdana Jerman di Piala Dunia 2026. Sebelum Neuer, hanya delapan pemain yang mampu mencatat prestasi serupa. Berikut daftarnya menurut catatat FIFA.com:
Sergio Busquets (Spanyol)
Sergio Busquets menjadi pemain terakhir dari generasi emas Spanyol juara Piala Dunia 2010 yang masih tampil di putaran final. Gelandang bertahan itu kembali membela La Roja di Piala Dunia Qatar 2022 saat berusia 36 tahun.
Busquets hampir bermain penuh sepanjang perjalanan Spanyol menuju gelar juara di Afrika Selatan. Di Qatar, ia kembali menjadi sosok penting sebelum Spanyol tersingkir lewat adu penalti melawan Maroko pada babak 16 besar.
Thierry Henry (Prancis)
Thierry Henry merasakan kejayaan Piala Dunia bersama Prancis pada 1998 ketika Les Bleus meraih gelar pertama mereka di kandang sendiri.
Legenda Arsenal tersebut kemudian kembali tampil pada edisi 2002, 2006, dan 2010. Namun, penampilan terakhirnya di Afrika Selatan berakhir pahit setelah Prancis gagal lolos dari fase grup.
Cafu dan Ronaldo (Brasil)
Brasil meraih gelar dunia keempat pada 1994 dengan skuad yang diperkuat Romario, Bebeto, Dunga, serta dua pemain muda bernama Cafu dan Ronaldo.
Meski peran mereka masih terbatas saat itu, keduanya kemudian menjadi tulang punggung Brasil pada Piala Dunia 1998 dan 2002. Ronaldo bahkan membawa Brasil juara pada 2002 sekaligus meraih Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak.
Keduanya kembali tampil pada Piala Dunia 2006 di Jerman, dengan Cafu sebagai kapten dan Ronaldo sebagai ujung tombak. Namun langkah Selecao terhenti di perempat final setelah dikalahkan Prancis.
Franco Baresi dan Daniele Massaro (Italia)
Franco Baresi dan Daniele Massaro merupakan bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 di Spanyol.
Dua belas tahun kemudian, keduanya kembali tampil pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat sebagai pemain senior. Sayangnya, kisah mereka berakhir tragis setelah gagal mengeksekusi penalti pada final melawan Brasil, yang juga diwarnai kegagalan Roberto Baggio.
Pele (Brasil)
Pele menjadi salah satu nama paling ikonik dalam daftar ini. Ia pertama kali menjuarai Piala Dunia pada 1958 saat masih berusia 17 tahun dan membantu Brasil mempertahankan gelar pada 1962.
Setelah sempat menyatakan tidak akan bermain lagi di Piala Dunia usai kegagalan pada 1966, Pelé akhirnya kembali membela Brasil pada edisi 1970 di Meksiko.
Keputusan tersebut berbuah manis. Pelé sukses membawa Brasil menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya dan hingga kini masih menjadi satu-satunya pemain yang mampu memenangkan Piala Dunia sebanyak tiga kali.
William Martínez (Uruguay)
William Martinez menjadi pemain pertama yang masuk dalam klub eksklusif ini. Bek Uruguay tersebut merupakan bagian dari tim juara Piala Dunia 1950 di Brasil.
Dua belas tahun kemudian, ia kembali tampil pada Piala Dunia 1962 di Chile sebagai pemain senior dalam skuad Uruguay. Namun, perjalanan La Celeste