Jose Mourinho tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usia Real Madrid menelan kekalahan dari Real Betis. Foto: Real Madrid
JAKARTA, (ERAKINI) — Jose Mourinho tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usia Real Madrid menelan kekalahan dari Real Betis. Ia menilai timnya tampil lebih dominan dan layak meraih kemenangan, tetapi justru gagal membawa pulang poin dari Stadion La Cartuja.
Mourinho bahkan menyebut kekalahan tersebut sulit dijelaskan. Menurutnya, Madrid mengendalikan pertandingan, menciptakan banyak peluang, dan tampil solid di hampir seluruh aspek permainan.
“Terkadang Anda kalah dan tidak tahu mengapa atau bagaimana menjelaskannya,” kata Mourinho dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (5/9/2026).
“Jika pertandingan berakhir imbang, kami pulang dengan frustrasi karena kami melakukan lebih banyak hal. Jadi, bayangkan bagaimana perasaan kami setelah kalah,” lanjutnya.
Dalam laga ini Real Madrid tumbang 0-1. Betis mencuri gol kemenangan lewat Troy Parrott di menit ke-81. Sedangkan Kylian Mbappe membuang kesempatan menyamakan kedudukan di menit akhir usai penaltinya bisa ditepis Alex Valles.
Kekalahan ini membuat Madrid gagal menggusur Barcelona di puncak klasemen La Liga. Madrid tertahan di peringkat kedua dengan poin sembilan. Poin Madrid sama dengan Betis yang melesat posisi ketiga.
Mourinho menilai pertandingan sejatinya menjadi milik Madrid. Betis, menurut dia, lebih banyak bermain untuk mengamankan hasil imbang, tetapi justru berhasil mendapatkan hasil maksimal.
Mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Manchester United itu mengaku belum mengetahui seluruh statistik pertandingan. Namun, dari pengamatannya di pinggir lapangan, Madrid mampu menciptakan banyak peluang.
Ia memperkirakan timnya melepaskan antara 10 hingga 18 tembakan, dengan sejumlah peluang berhasil digagalkan kiper Betis.
“Kami melewatkan tiga peluang dan kiper mereka melakukan empat penyelamatan luar biasa. Mungkin besok setelah melihat kembali pertandingan saya akan mengubah pendapat, tetapi dari bangku cadangan hari ini, saya tidak tahu mengapa kami kalah. Saya tidak bisa menjelaskannya,” tutur Mourinho.
Ia secara terbuka menyebut pemain Betis lebih “pintar” dibanding pemain Madrid dalam memengaruhi keputusan wasit.
Sebaliknya, Mourinho menilai pemain Madrid terlalu polos ketika menghadapi situasi di lapangan.
Mourinho mencontohkan sejumlah insiden pada babak pertama. Menurut dia, Betis semestinya menerima kartu kuning lebih awal, termasuk dalam pelanggaran terhadap Federico Valverde dan Vinicius Junior.
Namun, ia menilai pemain Madrid cenderung langsung bangkit setelah mendapat kontak keras, sementara pemain Betis lebih mampu memanfaatkan situasi dan tekanan dari tribun.
“Pemain Madrid langsung bangkit, sedangkan pemain Betis lebih pintar. Mereka juga mendapat dukungan dari suporter luar biasa yang terus mendorong dan memberikan tekanan,” kata Mourinho.
Alasan Tarik Arda Guler
Mourinho juga menjelaskan keputusannya menarik Arda Güler meski sang pemain tampil baik.
Menurut Mourinho, Arda menjadi sasaran pemain Betis setelah menerima kartu kuning. Karena itu, ia memilih tidak mengambil risiko dengan mempertahankan pemain tersebut.
“Saya sulit mengganti Arda karena dia bermain sangat baik. Saya tidak tahu bagaimana dia bisa menyelesaikan babak pertama dengan kartu kuning setelah bermain begitu lama dan hanya melakukan pelanggaran kecil. Setelah itu, mereka seperti memburunya. Saya harus menariknya karena dia berada dalam risiko," tandasnya.
Mourinho menegaskan pergantian pemain lainnya bukan karena kecewa terhadap performa tim. Ia justru ingin meningkatkan tekanan pada 10 hingga 12 menit terakhir untuk membongkar pertahanan Betis.