Inter Milan dan Barcelona akan melakoni leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (7/5/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Foto: uefa.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Inter Milan dan Barcelona akan melakoni leg kedua semifinalLiga Champions, Rabu (7/5/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Laga ini akan menjadi pertempuran sengit setelah kedua tim bermain imbang dramatis 3-3 di leg pertama.
Pada leg pertama di Stadion Olimpic , Inter sempat unggul 2-0 lebih dulu. Namun tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai.
Kedua tim terus saling berbalas gol hingga laga berakhir imbang 3-3. Gol penyeimbang dicetak melalui tendangan bebas Raphinha yang memantul mistar dan masuk setelah mengenai kiper Yann Sommer. Barça mendominasi penguasaan bola dengan 70% dan menciptakan tiga kali lebih banyak tembakan ke gawang dibanding Inter. Namun Blaugran tidak mampu mengamankan kemenangan.
Dilansir dari laman resmi klub, Selasa (6/5/2025), pelatih Barcelona Hansi Flick menyatakan bahwa timnya sudah siap secara mental dan teknis menghadapi tekanan di Giuseppe Meazza. Robert Lewandowski telah kembali dari cedera, namun kemungkinan hanya akan tampil dari bangku cadangan. Sang kapten Marc-Andre ter Stegen sudah pulih, tetapi tidak terdaftar di Liga Champions, sehingga Wojciech Szczęsny akan kembali menjadi starter.
Barcelona juga masih kehilangan Jules Kounde, Alejandro Balde, Marc Casado, dan Marc Bernal akibat cedera. Meski begitu, performa Lamine Yamal, pencetak gol termuda dalam sejarah semifinalLiga Champions, menjadi sorotan utama. Flick menyebut timnya harus menikmati momen ini dan membuktikan kemampuan di panggung terbesar Eropa.
Di sisi lain, pelatih Inter Simone Inzaghi juga sudah mempersiapkan timnya secara khusus. Lautaro Martinez yang absen di leg pertama karena cedera, kemungkinan besar kembali tampil meski belum tentu menjadi starter. Sedangkan bek Benjamin Pavard masih berpacu dengan waktu untuk bisa bermain.
Inzaghi menyebut Lamine Yamal sebagai talenta yang hanya muncul setiap 50 tahun. Karenanya, Inzaghi mengingatkan bahwa menjaga pergerakan pemain muda itu akan menjadi kunci strategi Inter. Bek Alessandro Bastoni juga memuji perkembangan Yamal sejak terakhir kali berhadapan di ajang Euro.
Fakta-fakta Menarik
Sebelum duel melawan Barça, Inter hanya kebobolan lima gol dalam 12 laga Liga Champions musim ini. Namun, dalam 90 menit di Estadi Olimpic, Barcelona sukses membobol gawang Nerazzurri tiga kali, lebih dari separuh jumlah tersebut. Kini, ketajaman El Barca akan diuji di Giuseppe Meazza, markas Inter yang belum terkalahkan dalam 15 laga kandang terakhir di Liga Champions.
Barcelona sendiri membawa misi besar yakni meraih treble Eropa yang belum pernah dicapai klub mana pun. Tim U-19 telah menjuarai UEFA Youth League, tim wanita lolos ke final Liga Champions Wanita, dan kini giliran tim utama yang harus mengamankan tiket ke final di Munich.
Winger asal Brasil, Raphinha, juga tengah memburu sejarah pribadi. Dengan satu gol atau assist lagi, ia akan menyamai rekor kontribusi gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions (17 gol + 4 assist) yang masih dipegang Cristiano Ronaldo.
Namun tantangan besar menghadang. Barcelona kalah dalam empat leg tandang terakhir di semifinalLiga Champions dan hanya menang dua kali dari 11 kali lawatan ke kandang lawan di fase ini. Meski demikian, lebih dari separuh pertandingan di mana Barca bermain imbang di leg pertama kandang, mereka tetap mampu melangkah ke final.
“Tak ada yang tahu sejauh ini kami akan melangkah. Kami sudah meraih dua trofi musim ini dan semua pemain terus berkembang. Di semifinalLiga Champions ini, kami harus menikmatinya dan menunjukkan kepada dunia siapa kami,” kata Hansi Flick dilansir uefa.com.
“Kami pernah menang di stadion besar seperti Metropolitano dan Bernabeu. Bermain tandang bukan alasan takut, justru jadi motivasi kami,” tambah sang gelandang serang, Dani Olmo.
Tetapi Inter juga bukan lawan sembarangan. Sembilan dari sebelas pemain utama mereka yang diperkirakan tampil merupakan bagian dari skuad finalis 2023, ketika dikalahkan Manchester City. Pengalaman tersebut bisa menjadi kekuatan tambahan di laga penentuan nanti.
“Kami butuh permainan terbaik melawan tim kuat seperti Barcelona. Kami siap dan sangat menantikan laga ini,” sebut
Simone Inzaghi.
Sang bek Alessandro Bastoni menambahkan, timnya sudah menonton video leg pertama dan mempelajarinya.
"Kami harus belajar dari kesalahan di leg pertama dan siap tempur,” tukasnya.