Emirates Stadium akan menjadi panggung panas saat Arsenal menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama semifinal Liga Champions UEFA, Rabu (30/4/2025) dini hari WIB. Foto: Dok Arsenal
Arsenal datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. The Gunners tak terkalahkan dalam 11 laga Liga Champions terakhir di kandang, termasuk 9 clean sheet. Salah satu clean sheet tersebut adalah kemenangan 2-0 atas PSG di fase grup pada Oktober 2024 lalu.
Skuad asuhan Mikel Arteta juga tampil solid sepanjang musim ini di kompetisi Eropa. Gaya bermain menyerang berbasis penguasaan bola cepat serta efektivitas pemain seperti Bukayo Saka, Kai Havertz, dan Declan Rice, menjadi kekuatan utama Meriam London.
Arsenal tampil impresif dengan menyingkirkan juara bertahan Real Madrid dengan agregat 5-1 di perempat final, dan kini bersiap memberikan kejutan kepada tamunya PSG.
Arteta menegaskan timnya siap menampilkan performa terbaik di laga ini. “Kita bisa merasakan energi dan semangat yang luar biasa, ini adalah sesuatu yang unik. Mungkin ini salah satu pertandingan terbesar di Emirates sejak dibangun. Kami sedang menulis sejarah. Ceritanya indah sejauh ini, tapi kami ingin lebih,” ujar Arteta dikutip dari laman resmi klub, Selasa (29/4/2025).
Ia meminta para pemain rilek menghadapi laga ini dan mengekspresikan diri sebagai sebuah tim solid."Ini saatnya berkata, 'Inilah kami sebagai tim, ini saya sebagai individu, dan saya akan memberikan yang terbaik.' Mainkan dengan pola pikir itu dan biarkan diri Anda menikmati momen,” tegasnya.
Meski demikian, Arsenal tidak boleh menganggap enteng lawan, meski sudah pernah mengalahkannya Oktober lalu. Sebab PSG kini lebih kuat dari Sebelumnya. PSG datang dengan status juara Ligue 1 2024/25, meski baru saja menelan kekalahan pertama di liga dari Lyon akhir pekan lalu.
Meski kehilangan sang bintang Kylian Mbappe musim panas lalu, PSG tetap melaju mulus meraih gelar Ligue 1 keempat berturut-turut dengan enam laga tersisa. Bahkan PSG masih berpeluang meraih treble winner musim ini. Selain semifinal Liga Champion, PSG juga lolos ke final Piala Prancis melawan Reims.
PSG tetap tampil ganas dan produktif lewat kombinasi lini depan yang lincah, seperti Ousmane Dembele dan Randal Kolo Muani. Dembele saat ini sudah mencetak 7 gol di Liga Champions musim ini.
Perjalanan PSG di Liga Champions memang kurang berjalan mulus. PSG kalah dari Atletico Madrid, dan Bayern di fase grup, dan finis di posisi ke-15. Namun setelah itu PSG mengamuk dengan membantai Brest 10-0 secara agregat di play-off untuk lolos ke babak 16 besar. Di babak 16 besar, PSG kembali bermain inkonsisten.
Tumbang dari Liverpool di Parc des Princes, namun kemenangan 1-0 di Anfield membawa PSG lolos lewat adu penalti. PSG juga sempat unggul agregat 5-1 atas Aston Villa di leg pertama babak perempat final, tapi hampir tersingkir usai kalah 2-3 di leg kedua.
“Saya sudah menonton ulang pertandingan Oktober lalu. Kami sekarang tim yang jauh lebih baik. Fase grup kami sangat intens, banyak pertandingan seperti final. Itu membuat kami lebih kuat dan lebih lengkap,” tegas Pelatih PSG Luis Enrique.
“Ini memang semifinal Liga Champions, tapi tetap dua pertandingan antara dua tim yang punya mimpi sama. Kuncinya adalah bagaimana mengelola tekanan. PSG belum pernah juara Liga Champions? Arsenal juga belum. Itu tak boleh menjadi penghalang,” lanjutnya.
Fakta dan Statistik:
- Arsenal tak terkalahkan dalam 8 laga terakhir Liga Champions (7 menang, 1 imbang)
- Arsenal menang tiga laga terakhir lawan tim Prancis dengan agregat 11-0.
- PSG kalah dalam 5 dari 6 laga tandang terakhir ke Inggris di Liga Champions.
- PSG lolos dari 7 dari 10 laga knockout Liga Champions saat leg pertama tandang.
- PSG menjadi tim kedua yang menghadapi 6 laga berturut-turut melawan tim dari satu negara (setelah Real Madrid).
Arsenal diunggulkan berkat performa kandang yang solid, tetapi PSG punya kualitas individu yang bisa memberi kejutan. Laga diprediksi berlangsung terbuka, dengan peluang gol dari kedua sisi. Prediksi skor Arsenal 2-1 PSG.