Debutan Liga Champions Eropa, Bodo/Glimt, berambisi melangkah lebih jauh saat menjamu Inter Milan pada leg pertama babak play-off 16 besar, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) – DebutanLiga Champions Eropa, Bodo/Glimt, berambisi melangkah lebih jauh saat menjamu Inter Milan pada leg pertama babak play-off 16 besar, di Aspmyra Stadion, Kamis (19/2/2026) dini hari pukul 03.00 WIB. Kedua tim datang dengan rasa percaya diri tinggi, dimana hanya menelan satu kekalahan dari total 16 pertandingan sejak pergantian tahun.
Dilansir One Football, perjalanan Bodo/Glimt dalam beberapa tahun terakhir terbilang sensasional. Namun, Liga Champions sempat menjadi tantangan berat setelah klub Norwegia ini gagal meraih kemenangan dalam enam laga awal.
Saat masih menyisakan pertandingan melawan Manchester City dan Atletico Madrid di fase grup, pasukan Kjetil Knutsen terpuruk di papan bawah dan nyaris tersingkir.
Situasi berubah drastis ketika wakil Norwegia itu secara mengejutkan meraih dua kemenangan hanya dalam selang delapan hari. Lonjakan tersebut mengantar mereka finis di posisi ke-23 dan memastikan tiket ke fase gugur play-off.
Kemenangan atas dua tim elite Eropa itu menjadi suntikan moral besar jelang duel kontra Inter. Bodo/Glimt kini percaya diri mampu kembali menciptakan kejutan.
Di kubu tamu, Inter sempat tampil sempurna dengan menyapu bersih empat laga awal dan mengoleksi 12 poin. Namun, tiga kekalahan beruntun setelahnya menggagalkan peluang finis di delapan besar dan lolos otomatis ke babak 16 besar.
Meski demikian, Nerazzurri menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund. Tim asuhan Cristian Chivu datang dengan modal enam kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Kemenangan penting teranyar adalah atas Juventus akhir pekan lalu. Inter juga mencatat delapan kemenangan tandang beruntun sejak kekalahan 1-2 dari Atletico pada November.
Dengan status finalis dua dari tiga musim terakhir, Inter jelas lebih berpengalaman di fase gugur. Namun, mereka tetap wajib mewaspadai semangat dan agresivitas tuan rumah.
Kabar Tim Bodo/Glimt kemungkinan tanpa Sondre Fet dan Ulrik Saltnes yang masih diragukan tampil. Di lini depan, Kasper Høgh tengah on fire setelah mencetak lima gol dalam tiga pertandingan terakhir, usai sempat paceklik dalam 10 laga.
Sementara itu, Inter hanya memiliki satu masalah cedera, yakni Denzel Dumfries (pergelangan kaki) yang belum kembali bermain sejak November.
Federico Dimarco menjadi pemain yang patut diperhatikan. Bek sayap kiri itu mengoleksi sembilan kontribusi gol dalam lima pertandingan terakhir dan menjadi salah satu sumber serangan utama Inter.
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Bastoni, Akanji, Bisseck; Henrique, Barella, Zielinski, Sucic, Dimarco; Thuram, Martinez.
Statistik Menarik:
- Inter menang agregat 7-1 atas Bodo/Glimt pada satu-satunya pertemuan UEFA sebelumnya di Piala Winners 1978/79.
- Bodo/Glimt hanya sekali menang atas klub Italia dalam lima duel dua leg UEFA.
- Inter tidak terkalahkan dalam empat laga UEFA melawan klub Norwegia (3 menang, 1 imbang).
- Nerazzurri memenangi enam dari tujuh duel dua leg terakhir mereka di kompetisi ini.
Prediksi Skor
Inter lebih berpengalaman dan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Namun, jika mampu tampil agresif seperti saat menumbangkan Man City dan Atletico, Bodo/Glimt berpeluang menyulitkan wakil Italia tersebut. Prediksi: Bodo/Glimt 1-2 Inter Milan.